
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kebakaran di Jakarta Utara Diduga Akibat Pengecasan Mobil Listrik
Kebakaran yang terjadi di rumah dan gudang aksesori di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis malam, 18 Desember 2025, pukul 20.13 WIB, menewaskan lima orang. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga kebakaran tersebut berasal dari aktivitas pengecasan mobil listrik (EV).
“Api diduga berasal dari pengecasan mobil listrik di halaman rumah dan meluas membakar bangunan,” kata Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman.
Dugaan ini kembali memicu kekhawatiran tentang potensi bahaya baterai litium, mengingat beberapa hari sebelumnya terjadi insiden kebakaran di PT Terra Drone yang menewaskan 22 orang. Dalam peristiwa itu, kebakaran dipicu oleh baterai drone yang terbakar di lantai satu gedung.
Bahaya Baterai Litium pada Kendaraan Listrik dan Drone
Periset material baterai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sudaryanto, menjelaskan bahwa penyebab ledakan pada baterai drone dan kendaraan listrik memiliki prinsip yang sama, meskipun peluang dan dampaknya berbeda.
“Secara sistem proteksi, EV pasti lebih ketat dan lebih aman sehingga peluangnya lebih kecil. Tapi, kalau terjadi (kebakaran), dampaknya lebih besar karena energi yang disimpan EV lebih besar dibandingkan drone,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jumlah sel baterai pada kendaraan listrik jauh lebih banyak dibandingkan drone. Kondisi ini membuat potensi daya ledaknya meningkat. “Ibarat petasan, satu sel baterai seperti satu petasan, sedangkan sel baterai EV bisa ratusan hingga ribuan kali lebih banyak daripada sel baterai pada drone,” ujarnya.
Meski demikian, secara kimia, bahaya baterai pada drone dan EV tetap sama karena keduanya menggunakan baterai litium. “Jenis litium sebenarnya juga banyak, tapi yang umum digunakan saat ini adalah tipe LFP dan NMC. Keduanya hanya dibedakan oleh material katodanya,” jelasnya.
Penyebab Ledakan Baterai: Thermal Runaway
Sudaryanto menjelaskan bahwa penyebab langsung terjadinya ledakan biasanya dipicu oleh fenomena thermal runaway, yakni kondisi panas berlebih yang tidak terkendali. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pengisian daya berlebihan (overcharging), arus pengisian terlalu besar (overcurrent), panas dari dalam baterai yang tidak terkontrol (overheat), atau paparan panas dari luar sistem baterai.
Berbagai faktor dapat memicu kondisi tersebut, antara lain:
- Penggunaan charger yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan.
- Pengisian daya di lingkungan bersuhu tinggi.
- Adanya cacat pada baterai akibat benturan atau terendam air.
- Kegagalan sistem pengelolaan baterai atau sistem manajemen termal.
Selain itu, pengisian daya di ruang sempit dan minim ventilasi serta proses pengecasan yang berlangsung lama tanpa pengawasan juga dapat meningkatkan risiko. “Ditambah bila pengisiannya terlalu lama tanpa pengawasan, ibarat tanggul bisa jebol,” ujarnya.
Komentar
Kirim Komentar