XPENG Perkenalkan Empat Inovasi Physical AI di AI Day 2025: VLA 2.0, Robotaxi, IRON, dan Mobil Terba

XPENG Perkenalkan Empat Inovasi Physical AI di AI Day 2025: VLA 2.0, Robotaxi, IRON, dan Mobil Terba

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada XPENG Perkenalkan Empat Inovasi Physical AI di AI Day 2025: VLA 2.0, Robotaxi, IRON, dan Mobil Terba yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

XPENG AI Day 2025: Membuka Era Baru Kecerdasan Berwujud

XPENG AI Day 2025 yang bertema “Emergence” diadakan di XPENG Science Park, Guangzhou, pada Rabu (5/11/2025). Dalam acara ini, XPENG memperkenalkan empat inovasi utama berbasis “Physical AI”: VLA 2.0, Robotaxi, robot humanoid Next-Gen IRON, serta dua sistem penerbangan ARIDGE. Keempat inovasi tersebut telah memiliki rencana produksi massal, menandai era baru dalam implementasi kecerdasan berwujud dalam mobilitas modern.

Chairman dan CEO XPENG, He Xiaopeng, menyatakan bahwa perusahaan kini berada di posisi baru sebagai “penjelajah mobilitas dalam dunia Physical AI dan global embodied intelligence company”. XPENG menjadi satu-satunya perusahaan di Tiongkok yang mengembangkan sistem Physical AI secara penuh, termasuk chip, sistem operasi model besar, hingga perangkat keras cerdas.

He menegaskan bahwa Physical AI menjadi gelombang baru industri teknologi, dan XPENG siap memimpin melalui akumulasi riset hampir sepuluh tahun. Sistem Physical AI ini menjadi fondasi untuk menghadirkan mobil AI, Robotaxi, robot humanoid, dan mobil terbang, sekaligus memperkuat ambisi XPENG menumbuhkan ekosistem global kecerdasan berwujud.

Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle selaku ATPM XPENG di Indonesia, menilai inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas Tanah Air. “Kami terus mempelajari kesiapan ekosistem, termasuk regulasi dan infrastruktur, agar teknologi ini dapat diterapkan dengan aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Inovasi Teknologi Model Besar

Pada segmen teknologi model besar, XPENG resmi meluncurkan VLA 2.0 dengan pendekatan “Vision –Implicit Token–Action”. Model ini berfungsi ganda sebagai model generatif aksi dan model pemahaman dunia fisik, serta dapat diterapkan pada mobil cerdas, robot humanoid, dan mobil terbang. VLA 2.0 menjadi model besar dunia fisik pertama XPENG yang siap produksi massal.

XPENG mengandalkan cluster komputasi 30.000 kartu prosesor dan base model 72 miliar parameter yang mampu melakukan iterasi setiap lima hari. VLA 2.0 dilatih dari hampir 100 juta video berkendara tanpa pelabelan data, setara pengalaman mengemudi manusia selama 65.000 tahun. XPENG juga membangun ulang software stack untuk chip Turing AI sehingga model miliaran parameter bisa berjalan pada XPENG Ultra dengan daya komputasi 2250 TOPS.

Berbasis VLA 2.0, XPENG memperkenalkan fitur “Narrow Road NGP” yang mampu meningkatkan performa hingga 13 kali lipat di jalan sempit. VLA 2.0 juga menampilkan kemampuan baru seperti mengenali gesture dan merespons lampu lalu lintas tanpa pelatihan eksplisit. Fitur “Navigation-Free Automated Driving Assistance” memungkinkan perpindahan jalur otomatis tanpa peta digital. Teknologi ini akan diuji pengguna pionir pada akhir Desember 2025 dan diluncurkan di XPENG Ultra pada kuartal I 2026.

Ekosistem Global Physical AI

Dalam membangun ekosistem global Physical AI, XPENG membuka akses VLA 2.0 bagi mitra bisnis. Volkswagen ditunjuk sebagai pelanggan peluncuran pertama, sekaligus menominasikan chip Turing AI XPENG untuk sistem mereka. Kolaborasi ini memperkuat posisi XPENG sebagai penyedia teknologi inti bagi industri otomotif global.

Di bidang mobilitas otonom, XPENG memperkenalkan Robotaxi yang akan memasuki uji operasi pada 2026. Robotaxi ini menjadi yang pertama di China yang sepenuhnya dikembangkan internal dan diproduksi massal, dilengkapi empat chip Turing AI dengan total 3000 TOPS. Tidak seperti sistem lain, Robotaxi XPENG mengandalkan pure vision tanpa LiDAR atau peta presisi tinggi. Versi kendaraan pribadi dengan kemampuan serupa akan hadir melalui trim “Robo”.

Robotaxi dirancang tanpa pengemudi sejak awal, menggunakan arsitektur redundansi ganda, serta sistem interaksi baru berupa penampil eksternal pada pelindung matahari untuk komunikasi dengan pejalan kaki. XPENG dan Amap telah menjadi mitra ekosistem global untuk menghadirkan layanan Robotaxi lintas wilayah.

Robot Humanoid Next-Gen IRON

Pada sektor robot humanoid, XPENG memperkenalkan Next-Gen IRON dengan 82 derajat kebebasan, tulang belakang bionik, kulit fleksibel penuh, dan tangan 22 derajat kebebasan. Robot ini menggunakan baterai solid-state penuh dan tiga chip Turing AI dengan daya komputasi 3000 TOPS. Dengan kombinasi VLT, VLA, dan VLM, IRON mampu melakukan percakapan, berjalan, dan interaksi canggih pada level tinggi.

Robot humanoid IRON akan memasuki produksi massal besar-besaran pada akhir 2026, dengan aplikasi awal pada layanan publik seperti pemandu tur dan pramuniaga. Baosteel menjadi mitra ekosistem pertama untuk penerapan industri. XPENG juga membuka SDK IRON untuk percepatan pengembangan aplikasi robotik global.

Mobilitas Udara Rendah

Di ranah mobilitas udara rendah, XPENG ARIDGE memperkenalkan mobil terbang tiltrotor penuh A868 dengan jangkauan 500 km, kecepatan 360 km/jam, dan kapasitas enam penumpang. Produk lain, Land Aircraft Carrier, memasuki pra-produksi massal dan telah mengantongi lebih dari 7.000 pesanan global. Kendaraan udara ini mengusung sistem kontrol satu tuas dan desain redundansi penuh untuk keselamatan maksimum.

Pabrik produksi mobil terbang ARIDGE resmi beroperasi pada 3 November 2025, menjadi fasilitas pertama di dunia yang menggabungkan standar penerbangan dan otomotif dengan kapasitas hingga 10.000 unit per tahun. ARIDGE juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dunhuang untuk membuka rute wisata terbang mandiri pertama di China Barat Laut pada 2026, memperluas penerapan mobil terbang pada sektor pariwisata.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar