Investasi Paling Menarik 2026: AI hingga Kesehatan

Investasi Paling Menarik 2026: AI hingga Kesehatan

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Investasi Paling Menarik 2026: AI hingga Kesehatan yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Investasi Paling Menarik 2026: AI hingga Kesehatan

Sektor Investasi yang Menjanjikan di Tahun 2026

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang menarik bagi para investor, terutama dalam sektor teknologi dan kesehatan. Kedua sektor ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar dan mampu memberikan keuntungan signifikan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Teknologi AI: Masa Depan Investasi

Salah satu sektor yang paling menarik untuk diperhatikan adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Djoko Sulistyo, Head of Investment and Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, mengatakan bahwa AI kini menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan global, baik raksasa teknologi maupun produsen chip.

"Yang pasti saya yakin teman-teman saat ini sudah sering mendengar yang namanya AI. Jadi kalau teman-teman mau investasi, apalagi khususnya di saham, investasi di saham-saham yang berbasis teknologi AI itu sangat menarik," ujarnya.

Djoko menjelaskan bahwa karakteristik AI saat ini berbeda dari gelombang teknologi sebelumnya yang sempat mengalami koreksi besar pada awal 2000-an. Saat ini, seluruh negara dan perusahaan berlomba-lomba mengembangkan dan mengadopsi AI.

"AI ini sekarang semua negara, semua perusahaan berlomba-lomba berinvestasi sedemikian rupa untuk mengembangkan AI. Mau Google-lah, atau kemudian Nvidia-lah dan sebagainya, itu mereka semua berlomba-lomba untuk menggunakan AI," tambahnya.

Sektor Kesehatan: Permintaan Stabil dan Berkembang

Selain teknologi, sektor kesehatan juga dinilai memiliki prospek jangka panjang yang kuat. Djoko menilai, kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan produk medis bersifat stabil dan terus meningkat.

Ia mencontohkan pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat global menaruh harapan besar pada pengembangan obat dan vaksin. "Kita ambil contoh ketika Covid pertama kali merebak, apa yang diharapkan oleh orang-orang? ‘Aduh obatnya cepetan keluar,’ ya kan? ‘Vaksinnya cepetan keluar,’ nggak peduli obatnya nanti itu sebenarnya bener-bener aman apa nggak, pokoknya begitu keluar supaya aman saja dulu," ujarnya.

Tingginya kebutuhan terhadap produk kesehatan tersebut, membuat industri ini memiliki permintaan yang relatif stabil, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Peluang investasi di sektor kesehatan tidak hanya terbatas pada obat-obatan, tetapi juga mencakup peralatan dan teknologi medis.

"Ini termasuk juga mesin-mesin kedokteran. Jadi nggak hanya obat-obatan, termasuk mesin kedokteran kayak CT scan dan sebagainya. Kalau dulu ada yang 16 slice dan sebagainya, lama-lama semakin banyak sehingga semakin canggih. Itu salah satu hal yang teman-teman juga boleh untuk investasi," tambahnya.

Negara Asia: Pusat Pertumbuhan Global

Sementara untuk negara-negara yang memiliki prospek investasi cerah di tahun 2026, Djoko menyebut Kawasan Asia masih yang paling dominan. Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dinilai berpeluang mendapatkan manfaat dari pergeseran pertumbuhan global.

"Negara-negara di Asia itu termasuk negara yang di tahun 2026 ini harusnya bisa menimba peralihan dari negara-negara yang sudah berkembang maju sekali," katanya.

Indonesia disebut sebagai salah satu negara berkembang yang menarik, termasuk dari sisi instrumen obligasi. "Indonesia termasuk salah satunya negara berkembang, bahkan obligasi Indonesia termasuk salah satu obligasi yang menurut kami masih sangat menarik. Itu menjadi salah satu fokus daripada investasi," jelasnya.

Prospek Investasi di Tahun 2026

Secara keseluruhan, Djoko menilai prospek investasi pada 2026 cenderung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk di dalam negeri. "Jadi secara singkat ingin disampaikan bahwa tahun 2026 ini relatively lebih positif dan bahkan di Indonesia sendiri target pertumbuhan ekonominya kan juga lumayan ya dibanding negara-negara lain," ucapnya.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar