Wisuda ke-33 STTR Cepu: Transformasi Menuju Universitas Teknologi Ronggolawe

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Wisuda ke-33 STTR Cepu: Transformasi Menuju Universitas Teknologi Ronggolawe yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Wisuda ke-33 STTR Cepu: Transformasi Menuju Universitas Teknologi Ronggolawe

Perayaan Wisuda sebagai Momentum Transformasi

Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu kembali menyelenggarakan wisuda Diploma III dan Sarjana yang ke-33. Acara ini menjadi momen penting untuk merefleksikan capaian akademik sekaligus menegaskan arah transformasi kelembagaan menuju Universitas Teknologi Ronggolawe (UTR). Dalam acara tersebut, para wisudawan diapresiasi atas ketekunan dan prestasi akademik mereka selama menjalani pendidikan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ketua STTR Cepu, Dr. Ir. Agus Dwi Korawan, MT, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan. Ia menegaskan komitmen STTR Cepu untuk terus meningkatkan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “STTR Cepu secara konsisten mengembangkan pembelajaran daring dan luring, membuka jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta membekali mahasiswa dengan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Upaya peningkatan kualitas akademik juga ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor serta meningkatnya akreditasi program studi dengan predikat Baik Sekali. Hal ini menjadi bagian dari penguatan institusi dan daya saing lulusan.

Menuju Universitas Teknologi Ronggolawe

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Ronggolawe, Drs. RM. Yudhi Sancoyo, MM, menegaskan bahwa STTR Cepu memiliki tradisi akademik yang kuat dan berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa STTR berawal dari Akademi Teknologi Ronggolawe (ATR) Cepu yang berdiri pada tahun 1985, kemudian berkembang menjadi STTR melalui peningkatan mutu yang konsisten.

Kepercayaan masyarakat terhadap STTR Cepu semakin meningkat. Hal ini tercermin dari jumlah mahasiswa baru yang naik signifikan, dari 269 mahasiswa pada 2024 menjadi 327 mahasiswa pada 2025, atau meningkat sekitar 21,5 persen. Selain itu, jumlah lulusan tahun 2025 juga mengalami lonjakan dari 131 wisudawan menjadi 173 wisudawan, atau meningkat 32 persen.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pembina Yayasan juga mengumumkan proses perubahan status STTR menjadi Universitas Teknologi Ronggolawe (UTR) telah memasuki tahap akhir. “Kami optimistis pada awal tahun 2026 transformasi ini dapat terealisasi, dengan penambahan dua program studi baru, yaitu Kewirausahaan dan Bisnis Digital,” ungkapnya.

Transformasi menuju UTR disebut sebagai langkah strategis yang menegaskan kesungguhan yayasan dan civitas akademika dalam memajukan pendidikan tinggi di wilayah Cepu–Blora dan sekitarnya.

Apresiasi dari Pemkab Blora

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si, dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi STTR Cepu dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi dan rekayasa. Menurut Bupati, STTR Cepu merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Ia juga mengingatkan, tantangan ke depan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, dan dinamika pasar kerja. Oleh karena itu, para wisudawan didorong tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu tampil sebagai pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan dan inovasi berbasis potensi lokal.

Peluncuran Buku Sejarah ATR–STTR

Di sela rangkaian wisuda, STTR Cepu turut meluncurkan buku berjudul “Sejarah Berdiri ATR dan Perkembangannya”, yang merekam perjalanan panjang institusi dari masa ke masa. Buku ini diprakarsai oleh Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Ronggolawe, Drs. RM. Yudhi Sancoyo, MM, sebagai upaya merawat memori institusional dan warisan intelektual kampus.

Adapun tim penulis terdiri dari Gunawan Trihantoro, Djati Sucipto, dan Luhur Susilo, yang menyajikan narasi historis ATR–STTR secara reflektif, dokumentatif, dan inspiratif. Peluncuran buku tersebut menjadi simbol kesinambungan sejarah sekaligus penegasan bahwa transformasi STTR menuju Universitas Teknologi Ronggolawe berpijak pada akar nilai, dedikasi, dan visi pendidikan jangka panjang.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar