Pengacara Pelapor Sebut Banyak Korban Penipuan Kripto Timothy Ronald Takut Laporkan ke Polisi

Pengacara Pelapor Sebut Banyak Korban Penipuan Kripto Timothy Ronald Takut Laporkan ke Polisi

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Pengacara Pelapor Sebut Banyak Korban Penipuan Kripto Timothy Ronald Takut Laporkan ke Polisi. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Pengacara Pelapor Sebut Banyak Korban Penipuan Kripto Timothy Ronald Takut Laporkan ke Polisi

Korban Penipuan Trading Kripto Masih Khawatir dengan Intervensi Pihak Terkait

Kuasa hukum pelapor kasus dugaan penipuan trading kripto, Jajang, mengungkapkan bahwa masih banyak korban yang belum membuat laporan polisi. Alasannya, para korban merasa takut ada intervensi dari pihak Timothy Ronald.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"Sebetulnya kalau mau maju semua, karena ada pertimbangan satu dan lain hal, banyak ketakutan dari teman-teman para korban juga untuk melapor. Akhirnya memutuskan untuk hari ini satu orang," ujar Jajang di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Namun, Jajang menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan korban-korban lainnya akan membuat laporan. "Tapi tidak menutup kemungkinan hari berikutnya akan ada laporan-laporan kembali menyusul," kata dia.

Timothy Ronald dan Kalimasada kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan trading kripto. Kali ini, laporan dugaan penipuan itu dilayangkan oleh seorang wanita bernama Agnes Stefani (25).

"Hari ini kami tim lawyer dan korban juga, kembali membuat laporan polisi terhadap dua orang, si TR dan saudara K," kata Jajang. Ia menjelaskan bahwa total kerugian yang dialami Agnes mencapai lebih dari Rp 1 miliar. "Kalau yang hari ini, pelapornya, (kerugian) Rp 1 miliar lebih. Yang hari ini hanya satu orang," ujar dia.

Pengalaman Agnes di Industri Kripto

Agnes mengaku sudah terjun di industri kripto selama lima tahun sebelum akhirnya bergabung sebagai member Akademi Crypto yang didirikan oleh Timothy pada 2023. Ia menyebut ada ketidaksesuaian antara visi dan misi yang disampaikan Timothy dengan apa yang diperoleh selama menjadi member.

"Awal gabung untuk saya sendiri sih sudah join, sudah terjun di industri kripto ini sudah 5 tahun dan saya kenal dengan beliau tuh melalui sosial media, melalui Instagram. Dan akhirnya di era 2023 sampai 2024 saya join bersama teman saya dan tidak sesuai dengan visi-misi yang mereka janjiin dari awal," ucap Agnes.

Ia menambahkan bahwa beberapa member yang menyampaikan keluhan justru dikeluarkan dari grup komunikasi. "Dan ada beberapa case seperti kita yang komplain dan kita di-kick dari grup atau di room chat-nya dimatiin, seperti itu," ungkap dia.

Klaim Keuntungan yang Menggiurkan

Sejak awal, pihak Timothy Ronald disebut menawarkan program dengan berbagai klaim keuntungan yang dinilai menggiurkan, termasuk win rate puluhan persen. Hal itu yang membuat Agnes tertarik untuk bergabung.

"Sebenarnya kalau penawaran semua orang itu pasti menawari hal yang baik ya, cuma tidak seperti dengan realitanya, yang di mana menawarkan win rate sekian-sekian persen, dan realitanya nggak seperti itu," kata Agnes.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan bahwa masih banyak korban yang khawatir untuk melaporkan kasus penipuan trading kripto. Meskipun demikian, langkah-langkah hukum terus dilakukan oleh kuasa hukum dan korban-korban yang ingin mengambil tindakan. Dengan adanya laporan baru dari Agnes, kasus ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang praktik tidak transparan dalam dunia trading kripto.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar