Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai kampus yang fokus pada bisnis digital terus memperkuat hubungan dengan berbagai perusahaan di industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Kali ini, UNM menjalin kerja sama dengan PT Nawatech (Nawa Darsana Technology), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan inovasi digital.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sebagai langkah awal dari kerja sama ini, mahasiswa Program Studi Sains Data UNM telah mengikuti program magang di PT Nawatech. Beberapa dari mereka terlibat aktif dalam berbagai proyek, seperti Galih yang bertindak sebagai Data & AI Lead, serta Risky dan Bella yang bergabung di divisi People & Culture sebagai Admin dan Executive.
Program magang ini merupakan bagian dari Internship Experience Program (IEP) 3+1, di mana mahasiswa menghabiskan tiga tahun belajar di kampus dan satu tahun magang di industri. Hal ini memungkinkan mereka untuk menerapkan ilmu secara langsung dalam lingkungan kerja profesional.
Kaprodi Sains Data UNM, Tati Mardiana menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Nawatech atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa. Ia menilai bahwa melalui pengalaman magang ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan teknis sekaligus memahami budaya kerja di industri teknologi.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Nawatech yang telah membuka ruang belajar dan praktik bagi mahasiswa kami. Melalui pengalaman magang ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan teknis sekaligus memahami budaya kerja di industri teknologi,” ujarnya.
Kepala Nusa Mandiri Career (NCC), Muhammad Faisal menjelaskan bahwa program IEP dirancang untuk menjadi jembatan antara akademik dan industri. Menurutnya, magang ini penting dalam membantu mahasiswa beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Program IEP menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, Rabu (12/11/2025).
Ia juga menegaskan bahwa proses penjajakan kerja sama antara UNM dan PT Nawatech dilakukan secara bertahap. Tujuannya adalah untuk membuka peluang pengembangan kompetensi mahasiswa serta riset dan inovasi bersama. Diharapkan kerja sama ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman resmi, sehingga kolaborasi antara kampus dan industri bisa berlangsung lebih jangka panjang.
“Melalui langkah strategis ini, Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya mencetak talenta digital unggul yang siap bersaing di era transformasi teknologi,” ujar dia.
Manfaat Kerja Sama Antara UNM dan PT Nawatech
- Peningkatan Kompetensi Mahasiswa
- Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan teknis mereka.
-
Mereka juga memahami budaya kerja di industri teknologi.
-
Pengalaman Langsung di Dunia Kerja
- Program magang memberikan pengalaman nyata di lingkungan kerja profesional.
-
Mahasiswa dapat menerapkan teori yang dipelajari selama kuliah.
-
Penguatan Hubungan Akademik dan Industri
- Kerja sama ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
-
Memastikan bahwa lulusan UNM siap menghadapi tantangan di industri.
-
Peluang Riset dan Inovasi Bersama
- Proses penjajakan kerja sama dilakukan secara bertahap.
- Diharapkan terbentuk kolaborasi jangka panjang antara kampus dan industri.
Visi Universitas Nusa Mandiri
Universitas Nusa Mandiri memiliki visi untuk menciptakan talenta digital yang unggul dan siap bersaing di era transformasi teknologi. Dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan seperti PT Nawatech, UNM menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan bahwa lulusannya tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Dengan program IEP 3+1, UNM berupaya menciptakan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mampu berkontribusi dalam industri digital. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pertumbuhan teknologi di Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar