UBSI Kembangkan Teknologi Deteksi Sampah Otomatis dengan Deep Learning Melalui Penelitian Hibah 2025

UBSI Kembangkan Teknologi Deteksi Sampah Otomatis dengan Deep Learning Melalui Penelitian Hibah 2025

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada UBSI Kembangkan Teknologi Deteksi Sampah Otomatis dengan Deep Learning Melalui Penelitian Hibah 2025 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.


Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Digital Kreatif yang terus berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan riset aplikatif. Salah satu contoh nyata dari komitmen ini adalah Program Hibah Internal Yayasan tahun 2025, yang mendukung pengembangan riset bertajuk “Optimalisasi Arsitektur Deep Learning untuk Klasifikasi Sampah dalam Mendukung Pengelolaan Limbah Berkelanjutan.”

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penelitian ini digawangi oleh tim dosen yang terdiri dari Sarifah Agustiani, Haryani, dan Agus Junaidi. Selain itu, dua mahasiswa berbakat, Rizky Rachma Putri dan Muhammad Ghaly Adam Z, juga turut serta dalam proyek ini. Tujuan utama dari riset ini adalah menciptakan sistem klasifikasi sampah otomatis berbasis Deep Learning yang mampu memproses, mengenali, dan memilah jenis sampah secara cepat, efisien, dan akurat.

Dalam penerapannya, penelitian ini menggunakan kombinasi model arsitektur EfficientNet, MobileNetV2, dan ResNet50. Fokus utamanya adalah pada pengujian performa model terbaik yang akan diimplementasikan dalam sistem berbasis web bernama ReWaste. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengunggah gambar sampah dan mendapatkan hasil klasifikasi beserta rekomendasi pengelolaan yang tepat. Setiap hasil prediksi disimpan dalam riwayat, sehingga ReWaste bukan hanya alat bantu, tetapi juga media edukatif bagi masyarakat.

Ketua LPPM UBSI, Agus Junaidi, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan wujud nyata kontribusi UBSI terhadap isu lingkungan global. Ia menilai bahwa riset ini sangat relevan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan teknologi Deep Learning untuk mendukung pengelolaan limbah adalah langkah konkret UBSI dalam menghadirkan teknologi cerdas yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.

Ketua tim peneliti, Sarifah Agustiani, menambahkan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi solusi digital yang mudah diakses dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia menyampaikan bahwa sistem ReWaste tidak hanya efisien, tetapi juga edukatif. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat belajar memilah sampah berdasarkan jenisnya dan memahami pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Haryani, anggota tim peneliti, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset ini merupakan bagian penting dari misi akademik UBSI. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga ikut berkontribusi dalam proyek riset berbasis AI yang memiliki dampak sosial dan lingkungan. Hal ini mencerminkan esensi Kampus Digital Kreatif yang selalu mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Proyek ini juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menciptakan solusi inovatif. Dengan menggabungkan keahlian teknis dan pemahaman tentang isu lingkungan, tim peneliti berhasil merancang sistem yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah lingkungan dan mudah diakses oleh masyarakat umum.

ReWaste diharapkan menjadi contoh sukses dalam penerapan teknologi AI untuk masalah lingkungan. Dengan adanya aplikasi seperti ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, ReWaste juga bisa menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan proyek serupa yang berdampak positif terhadap lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen UBSI dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi, penelitian ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa universitas tersebut tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pada penerapan teknologi untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan. Dengan terus mengembangkan proyek seperti ini, UBSI membuktikan bahwa pendidikan tinggi bisa menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar