KAI tingkatkan kontribusi sosial dan ekonomi masyarakat dengan TJSL Rp 32,24 miliar tahun ini

KAI tingkatkan kontribusi sosial dan ekonomi masyarakat dengan TJSL Rp 32,24 miliar tahun ini

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada KAI tingkatkan kontribusi sosial dan ekonomi masyarakat dengan TJSL Rp 32,24 miliar tahun ini yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mempertahankan komitmennya dalam berperan serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya ini memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan masyarakat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pada tahun 2025, KAI menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp 32.242.893.703. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi pada tahun 2024 yang mencapai Rp 19.301.522.216. Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President of Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudyo menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan fokus perusahaan pada program-program yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Menurut Wisnu, seluruh program TJSL dirancang berbasis kebutuhan di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah operasional KAI. “Melalui TJSL, KAI berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, terukur, dan relevan dengan kondisi sosial serta ekonomi di sekitar wilayah usaha perusahaan,” ujarnya dalam siaran tertulis.

Selama tahun 2025, penyaluran TJSL KAI dialokasikan melalui tiga program utama yang saling terintegrasi, yaitu pengembangan dan pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengembangan lingkungan, serta community relations. Ketiga program tersebut bekerja sama untuk mendorong penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sosial, serta terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat guna mendukung kemandirian ekonomi yang inklusif.

Dalam upaya mendorong kemandirian pelaku usaha, KAI menghadirkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif melalui payung program MiKA (Mitra KAI). Penguatan profil pelaku usaha dilakukan melalui MiKA Certified, yang memberikan dukungan pemenuhan sertifikasi bisnis seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikat Halal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan dukungan tersebut, mitra binaan diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dari sisi legalitas usaha.

Kapasitas bisnis para mitra kemudian diperkuat melalui MiKA Next Class, yang membekali pelaku UMKM dengan kemampuan manajemen keuangan, strategi pemasaran digital, serta pengembangan sumber daya manusia. Program ini bertujuan meningkatkan ketangguhan usaha dalam menghadapi dinamika pasar.

KAI juga membuka akses pasar bagi produk lokal melalui MiKA Exhibition dengan menghadirkan etalase produk di area proses bisnis perusahaan serta pameran berskala nasional. Selain itu, KAI menghadirkan MiKA Creative Space sebagai ruang fasilitas untuk menampilkan produk unggulan di area publik guna menumbuhkan ekosistem bisnis yang kreatif dan berkelanjutan.

Bagi mitra yang telah mencapai kualifikasi lanjutan, MiKA Go Global hadir untuk memfasilitasi UMKM agar mampu memasarkan serta mengembangkan produknya di pasar internasional. Program ini sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, program pengembangan lingkungan dijalankan melalui pemberian bantuan hibah yang menjangkau tujuh sektor utama, mulai dari penanganan korban bencana alam, dukungan di bidang pendidikan dan kesehatan, hingga pelestarian lingkungan dan penyediaan sarana ibadah.

Sementara itu, melalui program community relations, KAI membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan creating shared value, antara lain melalui sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api serta pelaksanaan aksi bakti sosial.

Wisnu menambahkan, seluruh rangkaian program TJSL tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar