
aiotrade.CO.ID, JAKARTA – Pelatihan RW Smart Hub yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital di lingkungan organisasi kemasyarakatan RW 12 Jatiwaringin. Inisiatif ini menunjukkan komitmen UNM dalam memperkuat peran teknologi sebagai alat pemberdayaan masyarakat.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PM BEM) tahun 2025 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem digital yang dapat meningkatkan partisipasi warga serta mempercepat proses administrasi di tingkat RW.
RW Smart Hub dirancang sebagai sistem digital kolaboratif yang mengintegrasikan aktivitas Karang Taruna, PKK Anyelir, dan pengurus RW 12 dalam satu portal terpadu. Dengan sistem ini, warga dapat mengakses informasi kegiatan, laporan keuangan, hingga promosi usaha ekonomi warga secara transparan dan terstruktur. Hal ini memberikan akses yang lebih mudah dan cepat bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan RW.
Ketua pengusul dari UNM, Siti Masturoh, menjelaskan bahwa digitalisasi di tingkat RW merupakan bentuk konkret penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa digitalisasi tidak harus dimulai dari kota besar, tetapi justru dari komunitas kecil seperti RW, kita bisa membangun budaya literasi digital yang kuat dan inklusif.
“Digitalisasi tidak harus dimulai dari kota besar. Justru dari komunitas kecil seperti RW, kita bisa membangun budaya literasi digital yang kuat dan inklusif,” ujarnya dalam rilis yang dikutip Senin (10/11/2025).
Dosen pendamping kegiatan, Rangga Ramadhan, menambahkan bahwa RW Smart Hub menjadi ruang belajar kolaboratif antara akademisi dan masyarakat untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat langsung bagi warga. Menurutnya, kunci keberhasilan program ini adalah membuat warga merasa memiliki sistem tersebut.
“Kami ingin warga merasa memiliki sistem ini. Ketika masyarakat mulai terbiasa memanfaatkan teknologi, itulah awal dari pemberdayaan digital yang sesungguhnya,” jelas Rangga.
Sekretaris RW 12, Aling, menuturkan bahwa sistem RW Smart Hub akan membantu mempercepat proses administrasi serta memperluas partisipasi warga dalam kegiatan RW. Ia menyebutkan bahwa selama ini laporan kegiatan masih dilakukan secara manual, namun dengan RW Smart Hub, prosesnya bisa lebih cepat, akurat, dan transparan.
Program RW Smart Hub menjadi contoh nyata bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat beradaptasi di era digital tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dan gotong royong. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis, yang terus mendorong inovasi dan penerapan teknologi untuk membangun masyarakat cerdas, produktif, dan melek digital.
- Berikut beberapa manfaat dari RW Smart Hub:
- Akses informasi yang lebih mudah dan cepat bagi warga
- Transparansi dalam pengelolaan keuangan RW
- Peningkatan partisipasi warga dalam kegiatan RW
- Pemantauan kegiatan Karang Taruna dan PKK Anyelir secara terpusat
- Promosi usaha ekonomi warga melalui platform digital
Dengan adanya RW Smart Hub, diharapkan masyarakat RW 12 Jatiwaringin dapat lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan kepengurusan RW, sekaligus memperkuat kesadaran digital di kalangan masyarakat. Ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun masyarakat yang lebih modern dan inklusif.
Komentar
Kirim Komentar