Tingkatkan Ekonomi, Untirta Dorong Digitalisasi Budidaya Ikan di Lebak

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Tingkatkan Ekonomi, Untirta Dorong Digitalisasi Budidaya Ikan di Lebak yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Tingkatkan Ekonomi, Untirta Dorong Digitalisasi Budidaya Ikan di Lebak

Pengembangan Budidaya Ikan dengan Teknologi Digital di Desa Cibaturkeusik

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, masyarakat di berbagai daerah mulai melihat pentingnya pemanfaatan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Di Desa Cibaturkeusik, Kabupaten Lebak, kelompok pembudidaya ikan mendapat dukungan untuk mengadopsi sistem digitalisasi dalam budidaya ikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hasil produksi dan memperluas akses pasar.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Program ini dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut dibiayai oleh Kemendikbudristek Saintek dan bekerja sama dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cipariama sebagai mitra utama. Tema yang diangkat dalam program ini adalah “Pengembangan Kegiatan Perikanan Budidaya untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pendekatan Digital”.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ririn Irnawati, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan para pembudidaya ikan. Dengan penerapan sistem budidaya intensif dan penggunaan teknologi digital, diharapkan pendapatan para pembudidaya bisa meningkat secara signifikan.

Fokus pada Budidaya Ikan Mas

Salah satu komoditas utama yang menjadi fokus dalam program ini adalah ikan mas. Ikan mas dipilih karena sudah sangat dikenal di wilayah Lebak dan Pandeglang. Hal ini memudahkan dalam proses pemasaran hasil panen, sehingga memberikan peluang lebih besar bagi para pembudidaya untuk menjual produk mereka.

Selain itu, program ini juga menawarkan pelatihan tentang diversifikasi produk hasil perikanan. Pelatihan ini ditujukan terutama kepada ibu-ibu di sekitar lokasi budidaya. Materi yang diajarkan mencakup pembuatan olahan ikan mas, seperti keripik atau sate ikan. Tujuannya adalah agar para ibu memiliki keterampilan tambahan yang bisa menjadi sumber penghasilan baru.

Pendekatan Digital dalam Pelatihan

Pendekatan digital menjadi ciri khas dari program ini. Para anggota kelompok pembudidaya ikan diberikan bimbingan secara daring dan materi pelatihan dalam bentuk e-book. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengakses informasi kapan saja dan di mana saja.

Pelatihan juga mencakup strategi pemasaran digital untuk produk hasil panen dan olahan ikan. Dengan adanya akses ke teknologi digital, para pembudidaya di daerah terpencil dapat lebih mudah mengakses pengetahuan dan pasar yang selama ini menjadi kendala utama.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan pemanfaatan teknologi digital, kegiatan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat desa. Dengan demikian, para pembudidaya tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Ririn berharap model pemberdayaan ini bisa menjadi contoh bagi kelompok pembudidaya ikan lainnya di Kabupaten Lebak. Dengan adanya inovasi dan pemanfaatan teknologi, ekonomi masyarakat bisa diperkuat dan berkembang secara berkelanjutan.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar