Tahun 2025, Transaksi Derivatif Kripto di CFX Tembus Rp 64,16 Triliun

Tahun 2025, Transaksi Derivatif Kripto di CFX Tembus Rp 64,16 Triliun

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Tahun 2025, Transaksi Derivatif Kripto di CFX Tembus Rp 64,16 Triliun menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


PT Central Finansial X (CFX), bursa aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memproyeksikan bahwa pasar aset kripto akan tetap terpengaruh oleh kondisi global yang dinamis hingga tahun 2026. Meskipun demikian, adopsi korporasi terhadap aset digital terus meningkat secara perlahan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perkembangan ini didorong oleh kebutuhan konsumen akan alternatif investasi yang lebih terjangkau serta tren positif dalam penerimaan aset digital oleh perusahaan-perusahaan global. Berdasarkan data dari OJK, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta pada November 2025, naik sebesar 51,4% dibandingkan akhir Januari 2025.

Secara global, Indonesia menempati posisi 10 besar negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi. Hal ini menunjukkan kuatnya partisipasi pasar domestik meskipun menghadapi dinamika industri global.

Menurut Direktur Utama Bursa CFX, Subani, berbagai faktor makroekonomi global akan tetap menjadi penggerak utama pasar aset kripto. Terutama isu-isu geopolitik yang memanas, yang dapat memicu gejolak di pasar keuangan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi makroekonomi global masih menjadi faktor penentu pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia,” ujar Subani dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).

Meski begitu, Subani menilai bahwa ketidakstabilan global tidak cukup untuk mengurangi minat masyarakat dalam berinvestasi di aset kripto. Oleh karena itu, CFX melihat perkembangan industri aset kripto diperkirakan akan tetap menunjukkan tren positif di tahun 2026.

Berdasarkan data yang dimiliki Bursa CFX, lima aset kripto yang paling banyak diperdagangkan sepanjang 2025 di Indonesia adalah USDT, BTC, SOL, ETH, dan XRP. Kelima aset ini memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, sehingga tidak heran jika menjadi pilihan utama para investor.

Lebih lanjut, Subani menjelaskan bahwa produk derivatif Bursa CFX menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan penerimaan yang baik dari masyarakat terhadap produk derivatif.

“Selama tahun 2025, nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX mencapai Rp 64,16 triliun dengan total 178 kontrak aktif yang diperdagangkan hingga 31 Desember 2025,” ungkap Subani.

Bursa CFX berharap capaian positif ini akan terus berlanjut di tahun 2026, mengingat potensi yang masih besar untuk produk derivatif kripto. Subani berharap produk ini dapat membantu pelaku pasar melakukan lindung nilai melalui kontrak dengan leverage, serta memanfaatkan kondisi pasar saat naik atau turun tanpa bergantung pada transaksi di pasar spot.

“Upaya pengembangan produk ini ditujukan untuk memperluas adopsi aset kripto, memperkuat keamanan dan integritas pasar, serta memastikan ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Subani.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Tahun 2025, Transaksi Derivatif Kripto di CFX Tembus Rp 64,16 Triliun ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar