Strategi digital sinergis untuk kinerja gemilang hingga September 2025

Strategi digital sinergis untuk kinerja gemilang hingga September 2025

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Strategi digital sinergis untuk kinerja gemilang hingga September 2025 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang dikenal dengan merek Surge, menunjukkan kinerja yang sangat baik selama sembilan bulan berakhir pada 30 September 2025. Perusahaan ini mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan, terutama dalam hal pendapatan usaha bersih. Pendapatan usaha bersih meningkat sebesar 100,99% secara tahunan atau YoY menjadi Rp 1,01 triliun per September 2025, dibandingkan dengan Rp 504,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Beban pokok pendapatan yang dikendalikan oleh WIFI sebesar Rp 325,42 miliar. Hal ini memungkinkan laba bruto perusahaan naik sebesar 124,16% secara tahunan menjadi Rp 689,48 miliar per September 2025. Selain itu, WIFI juga mencatat penghasilan keuangan senilai Rp 40,21 miliar dan biaya keuangan sebesar Rp 204,59 miliar. Sebagai hasilnya, laba sebelum pajak perusahaan pada 30 September 2025 mencapai Rp 409,85 miliar.

Dari sisi laba neto, perusahaan berhasil meningkatkan laba yang diatribusikan kepada non pengendali hingga kuartal III-2025 menjadi Rp 70,09 miliar, naik dari sebelumnya hanya Rp 6,56 miliar. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kinerja keuangan perusahaan.

Direktur PT Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa lonjakan beban bunga disebabkan oleh adanya utang obligasi yang melonjak tajam dari Rp 600 miliar menjadi Rp 2,5 triliun. Dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk membiayai ekspansi perusahaan, sehingga total aset perusahaan meningkat drastis hingga mencapai Rp 12,5 triliun.

Shannedy mengatakan bahwa peningkatan beban bunga yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan hingga 30 September 2025 memang memberikan tekanan pada laba bersih dalam jangka pendek. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari biaya pertumbuhan atau Cost of Growth. Dana sebesar Rp 25 triliun yang dialokasikan adalah modal kerja produktif yang telah ditanamkan di depan untuk memperkuat infrastruktur jaringan baru.

Selain itu, masuknya NTT East sebagai pemegang saham di anak usaha PT Integrasi Jaringan Ekosistem pada Juli 2025 belum terlihat secara signifikan dalam kinerja keseluruhan perusahaan. Shannedy menyatakan bahwa kehadiran NTT East baru saja terjadi di awal kuartal ketiga ini, dan sinergi operasional, transfer teknologi, serta efisiensi jaringan tidak bisa tercapai dalam waktu singkat.

Ia menambahkan bahwa dampak positif dari kehadiran NTT East terhadap laba bersih perusahaan akan membutuhkan waktu inkubasi antara 6 hingga 12 bulan. Meskipun saat ini belum terlihat secara langsung, kehadiran NTT East diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan.


WIFI Chart
by TradingView

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar