
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman kini memiliki akses internet berkecepatan tinggi sebesar 100 Mbps. Layanan ini disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, yang bertujuan untuk memperkuat sistem pendidikan berbasis teknologi dalam proses belajar mengajar.
Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada Juni lalu.
“Sebelum launching sekolah ini, Bu Menteri Meutya Hafid datang langsung dan menyerahkan bantuan internet 100 Mbps untuk SRMA 20 Sleman,” ujar Reti saat ditemui di SRMA 20 Sleman, Jumat (7/11).
Dalam laman resmi komdigi, tercatat bahwa dua sekolah Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan akses internet kecepatan tinggi untuk proses belajar-mengajar. SRMA 20 Sleman menerima layanan internet 100 Mbps untuk mendukung 75 siswa dari tiga rombongan belajar, sementara SRMA 19 Bantul mendapat dukungan 200 Mbps yang akan digunakan oleh 200 siswa dari lima kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Sebelumnya, dalam acara penyerahan bantuan di Yogyakarta pada Juni 2025, Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat akan dirancang sebagai “smart school” yang terintegrasi dengan sistem digital. Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.
Selain infrastruktur jaringan, sekolah juga menerima bantuan perangkat laptop dan smart board untuk mendukung pembelajaran digital.
“Setiap anak nanti dapat laptop, ini sedang proses instal, pembelajaran IT ada smart board. Pembelajaran ini jadinya menyenangkan,” kata Reti.
Menurut Reti, saat ini proses instalasi laptop masih berlangsung, dan sekolah tengah mempersiapkan penerapan Learning Management System (LMS) yang dijadwalkan mulai berjalan pada semester depan.
“Saat ini, anak-anak masih menggunakan kertas untuk penugasan, tapi semester depan LMS sudah bisa dipakai. Guru-guru nanti akan mengunggah materi dan asesmen ke sistem itu, sementara siswa cukup mengakses sesuai jadwal pelajaran mereka,” katanya.
Fasilitas Tambahan untuk Pendidikan Digital
Beberapa fasilitas tambahan yang telah diterima oleh SRMA 20 Sleman antara lain:
- Perangkat Laptop: Setiap siswa akan diberikan laptop untuk mendukung pembelajaran digital.
- Smart Board: Alat ini digunakan untuk presentasi dan interaksi selama proses belajar mengajar.
- Learning Management System (LMS): Sistem ini akan memudahkan guru dalam mengunggah materi dan asesmen, serta membantu siswa dalam mengakses materi sesuai jadwal pelajaran.
Proses Implementasi dan Tantangan
Meskipun bantuan teknologi telah diterima, SRMA 20 Sleman masih dalam proses implementasi. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk:
- Pemrosesan Instalasi Laptop: Saat ini, instalasi laptop masih berlangsung, sehingga belum semua siswa dapat menggunakan perangkat tersebut.
- Pelatihan Guru: Guru perlu dilatih agar mampu menggunakan LMS secara efektif.
- Kesiapan Infrastruktur: Meskipun internet berkecepatan tinggi telah tersedia, diperlukan persiapan infrastruktur tambahan untuk mendukung penggunaan teknologi secara optimal.
Visi Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan yang lebih modern dan inovatif. Dengan bantuan teknologi, siswa dapat belajar secara lebih efisien dan interaktif. Selain itu, sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan ramah lingkungan.
Komentar
Kirim Komentar