
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perkembangan Laptop dari Masa ke Masa
Laptop yang kita kenal saat ini memiliki desain yang sangat berbeda dibandingkan dengan laptop di masa lalu. Saat ini, laptop bisa ditemukan dengan dimensi yang tipis dan bobot yang ringan, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Banyak model laptop tipis dan ringan yang tersedia di pasaran, seperti Asus Zenbook 14 yang memiliki bobot 1,2 kg dengan tebal 1,5 cm, atau Macbook Air M4 yang memiliki bobot 1,2 kg dengan ketebalan sekitar 1,1 cm.
Namun, jika melihat sejarah perkembangan laptop, kondisi tersebut jauh berbeda. Pada awalnya, laptop memiliki bobot yang sangat berat. Salah satu contohnya adalah laptop pertama yang diproduksi untuk publik, yaitu Osborne 1, yang memiliki bobot mencapai 11,1 kg. Ini berarti bobotnya 11 kali lebih berat dari kebanyakan laptop modern saat ini.
Sejarah Awal Laptop
Perkembangan laptop tidak terlepas dari rancangan awal yang dilakukan oleh Alan Kay, seorang ilmuwan komputer asal Amerika Serikat, pada tahun 1968. Rancangan tersebut dikenal sebagai Dynabook, yang diharapkan menjadi perangkat portabel dengan berat maksimal 1 kg. Meskipun rancangan ini tidak pernah diproduksi secara massal, pengaruhnya sangat besar bagi perkembangan laptop selanjutnya.
Dynabook akhirnya berganti nama menjadi Xerox Notetaker, yang dibuat oleh Xerox Parc di Palo Alto, California, pada tahun 1978. Namun, rancangan ini tetap tidak diproduksi untuk umum. Barulah pada tahun 1981, laptop pertama yang diproduksi untuk publik muncul, yaitu Osborne 1, yang dibuat oleh Adam Osborne, seorang pengusaha dan desainer komputer asal Inggris.
Desain dan Fitur Osborne 1
Osborne 1 memiliki desain yang cukup mirip dengan Xerox Notetaker, yang merupakan pengembangan dari rancangan Dynabook. Meski sudah mengintegrasikan monitor, keyboard, dan unit pemrosesan dalam satu unit, desainnya masih jauh berbeda dengan laptop modern saat ini. Osborne 1 lebih menyerupai koper, di mana bagian monitor terintegrasi dengan unit pemrosesan, sementara keyboard menjadi tutupnya.
Dengan layar berukuran kecil sekitar 5 inci, Osborne 1 memiliki bobot yang sangat berat, yaitu 11,1 kg. Hal ini membuatnya sangat sulit untuk dibawa-bawa. Namun, meskipun bobotnya berat, Osborne 1 dianggap sebagai langkah penting dalam sejarah laptop karena menjadi salah satu perangkat pertama yang memadukan berbagai komponen komputer menjadi satu unit terpadu.
Perkembangan Lanjutan
Pada tahun 1982, muncul desain laptop yang lebih modern, yaitu Grid Compass. Laptop ini diproduksi oleh perusahaan Grid System dan dipimpin oleh John Ellenby. Grid Compass memiliki desain yang sudah cukup mirip dengan laptop saat ini, dengan layar yang bisa dibuka-tutup. Bobotnya juga lebih ringan dibanding Osborne 1, hanya sekitar 4,5 kg.
Grid Compass dianggap sebagai komputer portabel yang benar-benar portable pada masanya. Desainnya membuka jalan bagi perkembangan laptop selanjutnya, termasuk peningkatan dalam hal ukuran, bobot, dan kenyamanan penggunaan.
Kesimpulan
Sejarah perkembangan laptop menunjukkan betapa pesatnya inovasi dalam dunia teknologi. Dari laptop yang sangat berat hingga model yang tipis dan ringan, setiap perubahan membawa dampak besar bagi pengguna. Kini, laptop tidak lagi menjadi alat yang rumit dan mahal, tetapi menjadi perangkat yang mudah digunakan dan dibawa kemana-mana.
Komentar
Kirim Komentar