Komdigi Jamin Keamanan Data Pasca Pemanggilan Meta

Komdigi Jamin Keamanan Data Pasca Pemanggilan Meta

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Komdigi Jamin Keamanan Data Pasca Pemanggilan Meta. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penjelasan Komdigi Mengenai Isu Kebocoran Data Pengguna Instagram

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memanggil perusahaan Meta untuk memberikan penjelasan terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram. Hal ini dilakukan setelah beredarnya informasi mengenai permintaan reset password yang dilakukan secara berkala oleh sejumlah pengguna.

Pertemuan antara Komdigi dan Meta berlangsung pada hari Rabu (14/1), di mana Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyampaikan bahwa proses reset password yang dilakukan oleh Meta merupakan mekanisme internal yang berjalan melalui sistem resmi Instagram. Menurutnya, tidak ada pihak luar yang dapat mengakses kata sandi pengguna.

Alexander menjelaskan bahwa Meta memastikan belum ditemukan indikasi kebocoran data pengguna. Sebelumnya, firma keamanan siber Malwarebytes pertama kali mengungkap dugaan kebocoran data pribadi dari 17,5 juta akun pengguna Instagram. Informasi tersebut disebut-sebut telah beredar di forum gelap atau dark web.

Insiden ini semakin menarik perhatian setelah banyak pengguna mengaku menerima email permintaan reset kata sandi secara berulang dalam beberapa hari terakhir. Dalam keterangannya, Alexander menegaskan bahwa tidak ada kata sandi pengguna yang dapat diakses oleh pihak lain selain pemilik akun. Selain itu, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan fitur reset password untuk pengambilan data oleh pihak eksternal.

Meski demikian, Alexander memastikan bahwa proses pendalaman masih berlangsung. Hasilnya akan menjadi dasar bagi evaluasi dan langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah. Pemanggilan dan klarifikasi terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) merupakan kewenangan Komdigi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi data pribadi masyarakat dan menjaga keamanan ruang digital nasional,” ujar Alexander.

Imbauan kepada Masyarakat

Komdigi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi. Pemerintah meminta pengguna untuk tetap waspada dan menjaga keamanan akun digital masing-masing.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pengguna untuk meningkatkan keamanan akun antara lain: * Memastikan kata sandi akun Instagram cukup kuat dan tidak mudah ditebak. * Mengaktifkan verifikasi dua faktor (two-factor authentication) untuk menambah lapisan keamanan. * Tidak mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber yang tidak terpercaya. * Memperbarui aplikasi Instagram secara rutin untuk mendapatkan pembaruan keamanan terbaru.

Dengan langkah-langkah ini, pengguna dapat lebih aman dalam menggunakan layanan media sosial seperti Instagram. Komdigi juga akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terkini kepada publik.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar