Samsung Display Mulai Produksi Layar Mikro OLED untuk Galaxy XR

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Samsung Display Mulai Produksi Layar Mikro OLED untuk Galaxy XR yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Samsung Display Mulai Produksi Layar Mikro OLED untuk Galaxy XR

Samsung Display Memasuki Pasar Layar Mikro OLED untuk Perangkat AR/VR

Samsung Display kini resmi memulai produksi massal layar mikro OLED (OLEDoS) yang akan digunakan pada headset realitas campuran (mixed reality) Samsung Galaxy XR. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam persaingan di pasar layar premium, yang sebelumnya didominasi oleh Sony.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Headset Galaxy XR diketahui menggunakan dua panel mikro OLED dari Sony berukuran 1,3 inci dengan resolusi tinggi 3.552 x 3.840 piksel, masing-masing untuk satu mata. Namun, dengan dimulainya produksi massal dari Samsung Display, perusahaan ini kini menjadi pemasok kedua untuk komponen layar Galaxy XR.

Teknologi OLEDoS: OLED di Atas Silikon

Layar OLEDoS (OLED on Silicon) bekerja dengan menempatkan lapisan OLED putih di atas wafer silikon dan menggunakan filter warna RGB. Teknologi ini memungkinkan ketajaman visual tinggi dengan ukuran panel yang sangat kecil — ideal untuk perangkat AR/VR.

Menariknya, Samsung juga telah mengembangkan panel RGB OLEDoS yang menggunakan dioda merah, hijau, dan biru secara langsung, tanpa perlu filter warna. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi cahaya dan ketajaman warna.

Selain panel 1,3 inci, Samsung juga memamerkan varian 0,62 inci, baik versi putih maupun RGB. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang memperluas pilihan produknya untuk berbagai kebutuhan pengguna.

Persaingan dengan Sony dan Apple

Sebelumnya, Sony menjadi pemasok utama layar OLEDoS, tidak hanya untuk Samsung, tetapi juga untuk Apple Vision Pro. Apple bahkan sempat mempertimbangkan untuk memakai panel OLEDoS Samsung untuk varian Vision berbiaya rendah, meski rencana itu akhirnya dibatalkan.

Namun, kehadiran Samsung Display sebagai pemain baru dalam produksi massal mikro OLED diperkirakan akan menekan harga pasar. Menurut lembaga riset Omdia, harga panel OLEDoS 0,49 inci turun dari USD 25 (sekitar Rp417 ribu) pada 2024 menjadi USD 17 (sekitar Rp283 ribu) pada 2026.

Industri AR/VR Semakin Kompetitif

Selain Apple dan Samsung, DJI juga menggunakan panel OLEDoS dalam DJI Goggles 2, meski resolusinya masih 1080p. Sementara itu, Meta dikabarkan akan mengadopsi OLEDoS untuk Quest 2026, setelah sebelumnya memakai panel LCD di Quest 3.

Dengan tren baru ini, pasar layar mikro OLED diprediksi tumbuh pesat dalam dua tahun ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan untuk pengalaman realitas campuran yang lebih tajam dan realistis.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Perkembangan teknologi OLEDoS memberikan peluang besar bagi produsen perangkat AR/VR untuk menciptakan pengalaman yang lebih imersif. Namun, tantangan seperti biaya produksi dan peningkatan permintaan pasar harus terus diatasi.

Samsung Display, dengan kemampuan inovasinya, berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam industri ini. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat, konsumen akan mendapat manfaat berupa harga yang lebih kompetitif dan kualitas yang lebih baik.

Kesimpulan

Kehadiran Samsung Display dalam produksi layar mikro OLED adalah langkah penting yang dapat mengubah dinamika pasar. Dengan teknologi yang inovatif dan kapasitas produksi yang besar, perusahaan ini siap bersaing dengan pemain lain seperti Sony dan Apple.

Pasar layar mikro OLED akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan industri AR/VR. Dengan perkembangan teknologi dan inovasi yang terus berlangsung, masa depan industri ini terlihat cerah dan penuh peluang.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar