Pertumbuhan Pesat Transaksi QRIS Tap di Indonesia
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan yang sangat pesat dalam transaksi QRIS tanpa pindai atau QRIS Tap. Sejak fitur tap in dan tap out dirilis pada Oktober lalu, jumlah transaksi QRIS Tap meningkat hingga 1.200 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebutkan bahwa lonjakan ini terlihat dari total transaksi yang mencapai 508 ribu transaksi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“QRIS Tap ini setelah rilis fitur tap in dan tap out pada Oktober lalu, transaksinya tumbuh eksponensial mencapai 508 ribu transaksi atau tumbuh 1.200 persen (mtm),” ujar Filianingsih.
Penggunaan QRIS Tap di Sektor Transportasi
Saat ini, implementasi QRIS Tap telah dilakukan di sektor transportasi pada 14 provinsi. Provinsi tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Bali.
Namun demikian, penggunaan QRIS Tap saat ini masih terbatas pada gawai berbasis sistem operasi Android. Ke depan, BI berkomitmen untuk mendorong agar fitur serupa dapat digunakan pada perangkat berbasis iOS.
“Kami akan terus mendorong supaya iOS, Apple, juga bisa membuka NFC-nya, sehingga smartphone iOS juga bisa menggunakan fitur QRIS Tap,” kata dia.

Volume Transaksi QRIS Meningkat Signifikan
Secara keseluruhan, kinerja transaksi QRIS menunjukkan tren yang sangat positif. BI mencatat volume transaksi QRIS tumbuh sebesar 143,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan signifikan pada jumlah pengguna serta merchant yang mengadopsi QRIS.
Filianingsih menyebutkan, hingga saat ini jumlah merchant yang menggunakan QRIS telah mencapai 42 juta merchant, melampaui target BI yang sebesar 40 juta merchant. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Target Transaksi QRIS di Tahun 2026
Memasuki 2026, BI berencana mengusung konsep “kemerdekaan” sebagai salah satu strategi untuk semakin mendorong pemanfaatan QRIS di masyarakat. Melalui konsep ini, BI menargetkan transaksi QRIS dapat mencapai 17 miliar transaksi, perluasan QRIS antarnegara ke delapan negara, serta peningkatan jumlah merchant menjadi 45 juta dan pengguna mencapai 60 juta orang.
“Artinya, kami menargetkan transaksi QRIS 17 miliar, perluasan QRIS antarnegara ke 8 negara, dan 45 juta merchant serta 60 juta pengguna,” ujar Filianingsih.
Adapun untuk tahun depan, BI memproyeksikan pertumbuhan transaksi pembayaran digital berada di level 29,7 persen secara tahunan. Proyeksi tersebut didukung oleh perluasan penggunaan QRIS, inovasi teknologi sistem pembayaran, penguatan aspek keamanan, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap transaksi digital.
Pengembangan QRIS di Jabodetabek
Usai QRIS Tap Sukses di Android, BI Jajaki Kerja Sama dengan Apple

Komentar
Kirim Komentar