Prospek Siloam (SILO) Meningkat Menarik di 2026, Ini Saran Analis

Prospek Siloam (SILO) Meningkat Menarik di 2026, Ini Saran Analis

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Prospek Siloam (SILO) Meningkat Menarik di 2026, Ini Saran Analis. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kinerja Saham SILO pada Tahun 2025

Pada tahun 2025, kinerja saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) belum menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir tahun ini, saham emiten rumah sakit tersebut terkoreksi sebesar 18,83%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi industri kesehatan.

Menurut Abida Massi Armand, analis fundamental dari BRI Danareksa Sekuritas, tekanan terhadap saham SILO muncul karena normalisasi industri pascapandemi dan pergeseran sektor pasar modal dari saham defensif ke sektor komoditas dan energi. Meskipun secara nominal, SILO masih mencatatkan laba bersih, pasar menganggap penurunan volume pasien rawat inap serta kenaikan biaya operasional seperti gaji tenaga medis dan bahan medis habis pakai sebagai faktor yang menggerus margin keuntungan.

Fase Penyesuaian Industri Kesehatan

Situasi ini dianggap sebagai fase penyesuaian dalam industri kesehatan, meskipun kunjungan rawat jalan tetap menunjukkan tren stabil. Untuk menghadapi tantangan ini, SILO saat ini sedang mendorong inovasi layanan melalui peluncuran pusat bedah robotik di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dan Surabaya.

Abida menilai bahwa langkah ini menjadi katalis penting untuk pemulihan kinerja jangka menengah. Pusat bedah robotik ini ditujukan pada segmen pasien menengah atas yang selama ini cenderung memilih berobat ke luar negeri. Teknologi robotik memungkinkan penanganan kasus kompleks dengan presisi lebih tinggi, sehingga meningkatkan ARPOB dan memperkuat posisi SILO sebagai penyedia layanan medis berstandar internasional.

Dampak Teknologi Robotik pada Biaya Operasional

Meski penggunaan teknologi robotik membawa beban CAPEX dan depresiasi tinggi pada fase awal, dampaknya bisa berbalik positif seiring peningkatan utilisasi dan penguasaan teknologi oleh tim medis. Pengurangan lama rawat inap, risiko komplikasi, dan percepatan pemulihan pasien dinilai mampu meningkatkan efisiensi aset dan mendorong margin EBITDA dalam jangka panjang.

Proyeksi Pendapatan dan EBITDA untuk Tahun 2026

Untuk tahun 2026, Abida memperkirakan pendapatan SILO dapat mencapai Rp15,7 triliun dengan EBITDA di kisaran Rp3,1 triliun hingga Rp4,6 triliun. Proyeksi ini didukung oleh rencana akuisisi aset rumah sakit dari First REIT yang akan menghapus beban sewa sekitar 6,4% dari pendapatan kotor.

Akuisisi tersebut tidak hanya meningkatkan visibilitas laba, tetapi juga memperkuat struktur biaya. Selain itu, strategi Next Gen Siloam yang fokus pada bauran pasien intensitas tinggi serta ekspansi kapasitas tempat tidur akan menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Valuasi Saham SILO yang Menarik

Dari sisi valuasi, SILO dinilai cukup menarik. Saat ini, saham diperdagangkan pada PBV sekitar 3,6 kali, berada di bawah atau setara dengan rata-rata historisnya dan relatif kompetitif dibandingkan emiten rumah sakit lain. Dengan target harga konsensus sekitar Rp2.700 per saham, potensi kenaikan dinilai masih terbuka.

Rekomendasi dari Abida adalah akumulasi bertahap atau buy on weakness, mengingat profil risiko yang semakin membaik dan permintaan layanan kesehatan domestik yang kuat secara struktural.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar