
Peningkatan Trafik Data di Akhir Tahun Menjadi Peluang Bagi Perusahaan Telekomunikasi
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Akhir tahun sering kali menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang, terutama dalam hal liburan dan perayaan. Namun bagi perusahaan telekomunikasi, periode ini juga menjadi tantangan sekaligus peluang. Kenaikan trafik data selama libur panjang, khususnya Natal dan Tahun Baru (Nataru), menjadi fokus utama bagi operator untuk memastikan layanan tetap optimal.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui entitas usahanya, PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, memproyeksikan kenaikan trafik data sebesar 17,9% pada Nataru dibanding rerata hari biasa. Selain itu, trafik SMS juga diproyeksikan meningkat 13,2% selama periode tersebut. Meski demikian, ada penurunan kecil sebesar 0,7% pada trafik SMS dibandingkan rata-rata hari biasa.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menjelaskan bahwa lonjakan trafik data akan terjadi pada layanan video streaming, media sosial, dan game online. Untuk menghadapi hal ini, Telkomsel telah melakukan optimasi jaringan 4G dan 5G di 437 titik keramaian. Jaringan 5G Telkomsel tetap tersedia di kota-kota prioritas dan akan didukung dengan lebih dari 5.000 BTS 5G pada akhir 2025. Teknologi AI Autonomous Network juga digunakan untuk mendeteksi gangguan secara otomatis dan menyelesaikannya tanpa intervensi manual.
Selain Telkomsel, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) juga memprediksi peningkatan trafik sekitar 20%-30% selama Nataru 2026. Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa lonjakan ini disebabkan oleh antusiasme masyarakat untuk berlibur dan mudik, serta penggunaan layanan digital berkapasitas besar seperti streaming, game, dan berbagi momen melalui media digital.
Shurish menambahkan bahwa kenaikan trafik tidak hanya terjadi pada layanan seluler, tetapi juga pada layanan internet rumah milik XLSmart, yaitu XL SATU. Untuk persiapan jaringan, EXCL fokus pada area-area yang menjadi pusat pergerakan masyarakat, termasuk jalur mudik di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Peningkatan kualitas jaringan dilakukan pada 138 rute utama perjalanan Nataru, seperti 71 ruas jalan tol, 49 jalan utama, 16 jalur kereta api, dan 2 pelabuhan penyeberangan.
Analisis pasar juga menunjukkan bahwa potensi kenaikan Pendapatan Rata-Rata Per Pengguna (ARPU) menjelang akhir tahun akan moderat. Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menyatakan bahwa meskipun periode Nataru mendorong lonjakan trafik dan konsumsi data, persaingan harga dan daya beli masih membatasi kenaikan signifikan. Operator dengan strategi up selling dan rasionalisasi SIM, seperti PT Indosat Tbk (ISAT), memiliki peluang lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Dari sisi analis, Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, memberikan rating overweight untuk sektor telekomunikasi. Hal ini didukung oleh pemulihan harga yang berkelanjutan dan prospek operasional yang membaik. Katalis tambahan seperti merger, akuisisi, divestasi, dan asset recycling juga menjadi faktor pendukung. Urutan preferensi dari Indo Premier Sekuritas adalah EXCL, ISAT, dan TLKM.
Komentar
Kirim Komentar