Pertarungan AI Mini PC: GMKtec EVO-X2 Kalahkan DGX Spark NVIDIA!

Pertarungan AI Mini PC: GMKtec EVO-X2 Kalahkan DGX Spark NVIDIA!

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Pertarungan AI Mini PC: GMKtec EVO-X2 Kalahkan DGX Spark NVIDIA! yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Pertarungan AI Mini PC: GMKtec EVO-X2 Kalahkan DGX Spark NVIDIA!

Perbandingan Performa Supercomputer Mini AI NVIDIA DGX Spark dan Mini PC EVO-X2 GMKtec

Fast Technology melaporkan bahwa supercomputer mini AI NVIDIA DGX Spark akhirnya resmi diluncurkan setelah dikembangkan hampir setahun. Meskipun memiliki kemampuan komputasi yang sangat tinggi, harga yang mencapai $3.999 (kira-kira setara Rp 60 jutaan) menjadikannya solusi AI yang premium. Namun, ada alternatif yang menawarkan performa serupa dengan harga lebih terjangkau.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

GMKtec, produsen mini PC berbasis AMD, mengklaim bahwa mini PC EVO-X2 miliknya mampu memberikan performa AI yang serupa bahkan lebih baik dibandingkan DGX Spark, dengan harga sekitar Rp 30 jutaan—hanya setengah dari harga DGX Spark. EVO-X2 ditenagai APU Strix Halo, yang menawarkan keunggulan dalam beberapa aspek.

Melalui blog resminya, GMKtec memamerkan hasil pengujian internal mereka. Mereka membandingkan performa EVO-X2 (yang dilengkapi prosesor Ryzen AI Max+ 395) dan DGX Spark pada berbagai model sumber terbuka, termasuk Llama 3.3 70B, Qwen3 Coder, GPT-OSS 20B, dan Qwen3 0.6B. Hasil pengujian menunjukkan bahwa platform Strix Halo tampil prima dalam kecepatan token generation saat berhadapan dengan model parameter besar seperti Llama 3.3 70B dan GPT-OSS 20B.

Keunggulan dalam Waktu Respons Token Awal

Terutama dalam hal waktu respons token awal, platform AMD muncul sebagai pemenang mutlak dalam berbagai kasus. Keunggulan ini disebabkan oleh tata letak heterogen CPU+GPU+NPU yang menawarkan latensi lebih rendah untuk startup output. Kinerja AI dari mesin XDNA 2 juga dinilai sangat luar biasa.

Pilihan Ideal untuk Berbagai Kebutuhan Pengguna

Kesimpulannya, bagi pengguna yang mengejar throughput tinggi dan konfigurasi model besar, DGX Spark adalah pilihan ideal. Chip GB10-nya menjanjikan daya komputasi 1 PFLOP FP4, tetapi konsekuensinya adalah harga yang sangat tinggi.

Namun, bagi pengguna yang memerlukan beban kerja inference real-time, terutama untuk aplikasi yang sensitif terhadap latensi, platform AMD dapat memberikan performa serupa dan latensi rendah yang lebih baik dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada DGX Spark.

Perbandingan Kinerja pada Model AI Berbeda

Berikut adalah perbandingan kinerja antara DGX Spark dan EVO-X2 berdasarkan beberapa model AI:

  • Llama 3.3 70B:
    DGX Spark menunjukkan kecepatan pemrosesan yang tinggi, tetapi EVO-X2 mampu menghasilkan token dengan latensi yang lebih rendah, terutama dalam kasus model berukuran besar.

  • Qwen3 Coder:
    DGX Spark unggul dalam penanganan kode kompleks, namun EVO-X2 menunjukkan efisiensi yang baik dalam penggunaan daya dan waktu respons.

  • GPT-OSS 20B:
    DGX Spark mampu menangani model ini dengan cepat, tetapi EVO-X2 menawarkan kecepatan yang cukup kompetitif dengan biaya yang lebih murah.

  • Qwen3 0.6B:
    Kedua platform menunjukkan performa yang baik, tetapi EVO-X2 lebih unggul dalam hal latensi dan efisiensi energi.

Penutup

Dengan pertumbuhan pesat teknologi AI, persaingan antara solusi komputasi intensif seperti DGX Spark dan mini PC AMD seperti EVO-X2 semakin ketat. Meskipun DGX Spark menawarkan kekuatan komputasi yang luar biasa, EVO-X2 membuktikan bahwa performa yang memadai bisa dicapai dengan biaya yang jauh lebih rendah. Dengan tata letak heterogen yang canggih dan efisiensi energi yang baik, EVO-X2 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan performa AI real-time tanpa mengorbankan anggaran.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar