Perhatikan Rekomendasi Saham Medikaloka Hermina (HEAL) yang Tantang 2026 dengan Ekspansi

Perhatikan Rekomendasi Saham Medikaloka Hermina (HEAL) yang Tantang 2026 dengan Ekspansi

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Perhatikan Rekomendasi Saham Medikaloka Hermina (HEAL) yang Tantang 2026 dengan Ekspansi, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


aiotrade.CO.ID – JAKARTA

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertumbuhan jaringan rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) terus berlanjut. Meskipun strategi ekspansi ini dinilai positif untuk prospek jangka panjang, dampaknya terhadap kinerja keuangan dalam jangka pendek masih terbatas dan dibayangi beberapa risiko struktural di sektor kesehatan.

Strategi Ekspansi yang Terus Berjalan

HEAL terus melanjutkan rencana pembukaan tiga rumah sakit baru pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju 70 rumah sakit pada 2030. Langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan volume pasien. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai bahwa ekspansi ini memiliki dampak positif secara struktural bagi HEAL. Namun, kontribusi terhadap kinerja keuangan, khususnya laba, diperkirakan belum akan signifikan dalam jangka pendek.

“Rumah sakit baru biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun untuk mencapai tingkat utilisasi optimal. Dengan demikian, dampak ekspansi terhadap laba HEAL pada 2026 kemungkinan masih terbatas,” ujarnya.

Perhatian Investor terhadap Komitmen Ekspansi

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, komitmen HEAL dalam merealisasikan rencana ekspansi menjadi faktor penting yang perlu dicermati investor. Meski begitu, hasil dari keberhasilan pembangunan rumah sakit baru pada 2026 ini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan kinerja HEAL dalam jangka panjang.

Faktor Pendukung Kinerja HEAL

Di luar ekspansi, terdapat sejumlah katalis positif yang berpotensi menopang kinerja HEAL. Salah satunya adalah kemitraan strategis dengan Grup Astra dan Grup Djarum, yang dinilai dapat memperkuat ekosistem layanan kesehatan perseroan.

Selain itu, potensi pemulihan kondisi keuangan BPJS juga berpeluang mendorong peningkatan volume pasien serta utilisasi layanan rumah sakit. Pembaruan kebijakan di sektor kesehatan, termasuk penerapan skema Coordination of Benefit (COB), berpotensi menjadi sentimen pendukung bagi kinerja operasional HEAL.

Pandangan Analis terhadap Prospek HEAL

Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas Alif Ihsanario berpandangan bahwa HEAL berada pada posisi sebagai salah satu penerima manfaat paling langsung dari momentum demografi Indonesia serta permintaan berkelanjutan terhadap layanan kesehatan ibu, anak, dan layanan kesehatan mass market, dengan basis cakupan JKN mencapai 99%.

Alif juga menyebutkan bahwa kenaikan subsidi iuran JKN dan kebijakan penghapusan utang diharapkan dapat menstabilkan kondisi keuangan BPJS dan mempertahankan cakupan universal. Namun, dengan tingkat partisipasi JKN yang sudah mendekati titik jenuh, pertumbuhan volume diperkirakan akan kembali ke level yang lebih normal.

Risiko yang Perlu Dicermati

Ada sejumlah risiko yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar terhadap prospek kinerja HEAL ke depan. Antara lain, pertumbuhan trafik pasien yang lebih lambat dari perkiraan, tekanan keuangan BPJS Kesehatan, serta potensi penundaan transisi kerangka tarif layanan kesehatan.

Selain itu, percepatan operasional rumah sakit yang tidak mencapai target, pelemahan kondisi makroekonomi, hingga meningkatnya intensitas wisata medis ke luar negeri juga berpotensi menekan kinerja HEAL dalam jangka menengah.

Kinerja Keuangan HEAL

Dalam kuartal III-2025, HEAL mencatat kenaikan pendapatan 5,20% secara tahunan menjadi Rp 5,29 triliun. Namun, akibat beban yang melejit, laba bersih HEAL dibukukan Rp 356,02 miliar, turun 23,95% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 468,16 miliar.

Harry memproyeksikan kinerja laba bersih HEAL pada 2026 masih cenderung terbatas. Tekanan pada sistem pembiayaan kesehatan nasional dinilai akan membatasi ruang pertumbuhan laba, sehingga pemulihan kinerja belum akan terlihat kuat dalam waktu dekat.

Rekomendasi Investasi

Melihat berbagai faktor tersebut, Harry memberikan rekomendasi untuk beli saham HEAL dengan target harga Rp 1.800 per saham. Nafan merekomendasikan investor untuk accumulative buy saham HEAL dengan target harga Rp 1.550 per saham. Sementara itu, Alif memberikan rekomendasi kepada investor untuk buy saham HEAL dengan target harga Rp 1.600 per saham.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar