
Peningkatan Literasi Digital dan Pemberdayaan Ekonomi di Wonosobo
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo kembali menggelar rangkaian pelatihan HerTech, Perempuan Berdaya AI, sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Kegiatan ini dibuka pada Selasa, 16 Desember 2025, di Ruang Mangoenkusumo, Setda Kabupaten Wonosobo.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Wonosobo dengan ICT Watch, yang bertujuan untuk membekali perempuan khususnya pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara produktif, aman, dan beretika. Pelatihan dilaksanakan secara luring penuh selama dua hari, dari pagi hingga sore, dengan pendekatan praktik langsung.
Staf Ahli Bupati Wonosobo Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yusuf Hariyanto, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital, khususnya AI, merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Ia menyampaikan bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi sudah menjadi bagian dari cara kita bekerja, belajar, melayani masyarakat, bahkan mengambil keputusan.
“Jika kita tidak ikut memahami, kita akan tertinggal. Namun jika kita siap, AI justru menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan memajukan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa akses dan pemahaman teknologi masih belum merata, sehingga program HerTech, Perempuan Berdaya AI memiliki nilai strategis dalam mendorong perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga aktor penting dalam ekosistem digital, sehingga mampu memahami, memanfaatkan, sekaligus mengkritisi teknologi.
Yusuf juga menyoroti besarnya potensi Wonosobo, mulai dari produk pertanian olahan, kuliner, kopi, jajanan khas, hingga industri kreatif seperti kerajinan, fesyen lokal, desain, dan konten digital. Menurutnya, dengan pemanfaatan AI yang tepat, produk UMKM bisa dibuat lebih menarik, pemasarannya lebih luas, ceritanya lebih kuat, dan pasarnya tidak hanya lokal, tetapi menembus regional hingga nasional.
AI, lanjutnya, dapat menjadi alat bantu cerdas bagi UMKM untuk mempercepat proses kreatif, membaca tren pasar, menyusun strategi promosi, hingga meningkatkan efektivitas usaha tanpa menambah beban biaya besar.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap transformasi digital tidak sekadar menjadi agenda teknologi, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat ekonomi, perlindungan, dan kemandirian, terutama bagi perempuan dan pelaku UMKM.
“Jadikan AI sebagai teman kerja. Jangan takut mencoba. Setelah pelatihan ini, kami berharap ada perubahan nyata: pemasaran UMKM yang lebih rapi, produk yang lebih menarik, promosi yang lebih konsisten, serta jejaring perempuan yang semakin kuat,” pungkas Staf Ahli Bupati.
Fokus pada Pemberdayaan Perempuan
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Kristhiana Dhewi, menyampaikan bahwa fokus utama program HerTech adalah pemberdayaan perempuan agar lebih bijak dan berdaya dalam menghadapi dunia digital dan perkembangan AI yang sangat pesat.
“Kami berharap peserta mendapatkan pemahaman yang memadai tentang AI, bagaimana memanfaatkannya secara positif untuk usaha, terutama UMKM, sekaligus mampu mengendalikan sisi negatifnya. Yang terpenting, memanfaatkan digital dengan kendali, bukan tanpa kendali,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian HerTech di Wonosobo akan dilanjutkan dengan 7 kelas pelatihan sampai hari Jum’at 19 Desember 2025 yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ASN, komunitas pemuda, mahasiswa, hingga pelajar SMA.
“Kami berharap kerja sama dengan ICT Watch tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat Wonosobo yang paham dan berdaya di dunia digital,” tambahnya.
Kolaborasi dengan ICT Watch
Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menyampaikan bahwa program HerTech, Perempuan Berdaya AI telah dilaksanakan di 18 kota di Indonesia, dan Wonosobo menjadi kota ke-10 sekaligus salah satu daerah dengan jumlah peserta terbesar.
“Teknologi, termasuk AI, sering dipersepsikan membawa dampak negatif. Padahal, teknologi adalah keniscayaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita tumbuh dan berkembang bersama teknologi agar mendapatkan manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya.
ICT Watch menegaskan, meskipun AI memiliki risiko, pendekatan program HerTech adalah memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatif melalui literasi, etika, dan kesadaran kritis.
Pelaksanaan di Wonosobo dinilai spesial karena mengadopsi model pelatihan penuh selama dua hari yang terintegrasi, berbeda dengan kota lain yang umumnya memisahkan sesi tatap muka dan daring.
Materi Pelatihan yang Komprehensif
Materi HerTech mencakup pengenalan fundamental AI, cara kerja AI, manfaat dan risikonya, hingga praktik pemanfaatan AI untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya UMKM. Peserta diajak mencoba langsung penggunaan AI untuk membuat poster promosi, konten visual, foto produk menyerupai studio, hingga jingle lagu, hanya dengan perangkat sederhana seperti telepon genggam. Di sisi lain, peserta juga dibekali pemahaman untuk mengenali hoaks, disinformasi, serta penyalahgunaan AI.
Menurutnya, pemilihan Wonosobo didasarkan pada komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, dalam mendukung literasi dan transformasi digital.
“Kami melihat komitmen yang nyata. Mulai dari kesiapan peserta, fasilitas, hingga dukungan penuh pemerintah daerah. Itu yang membuat kami senang bisa kembali hadir di Wonosobo,” pungkasnya.
Komentar
Kirim Komentar