Penjualan BBM Pertamina Capai 87 Juta KL pada Oktober 2025

Penjualan BBM Pertamina Capai 87 Juta KL pada Oktober 2025

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Penjualan BBM Pertamina Capai 87 Juta KL pada Oktober 2025 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.


PT Pertamina Patra Niaga mencatat volume penjualan bensin dan solar mencapai 87 juta kiloliter (KL) hingga Oktober 2025. Angka ini mencakup penyaluran untuk segmen ritel maupun industri. Penjualan BBM ini dilakukan melalui berbagai saluran distribusi yang telah diatur dengan baik.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa distribusi BBM ke seluruh wilayah Indonesia dilakukan melalui 15.345 titik layanan. Dari jumlah tersebut, terdapat 573 titik layanan yang merupakan bagian dari program BBM Satu Harga. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM di daerah-daerah terpencil atau kurang terjangkau.

“Sampai dengan Oktober 2025, volume penjualan sebanyak 87 juta KL, di mana 41% dari penjualan tersebut adalah kontribusi dari produk non-subsidi,” ujar Ega dalam RDP Komisi VII DPR RI, Senin (17/11/2025). Ia menekankan bahwa penjualan BBM tetap stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Proyeksi penjualan BBM Pertamina untuk tahun ini diperkirakan mencapai 106 juta KL, naik sedikit dari realisasi 2024 sebesar 105 juta KL. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil meskipun ada tantangan ekonomi dan lingkungan yang perlu diperhatikan.

Pada 2025, Pertamina Patra Niaga fokus pada penguatan program strategis Subsidi Tepat untuk BBM dan LPG. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penggunaan QR Code untuk pembelian Solar dan Pertalite. Implementasi ini memberikan hasil signifikan dalam mengontrol penggunaan BBM subsidi dan meningkatkan efisiensi distribusi.

Hingga Oktober 2025, kuota konsumsi Solar diperkirakan terkendali di bawah 1,5% dari total kuota. Sementara itu, konsumsi Pertalite diproyeksikan berada di bawah 10% dari alokasi 2025. Ini menunjukkan bahwa kebijakan subsidi yang diterapkan berhasil mengurangi penggunaan BBM subsidi secara signifikan.

Sejalan dengan upaya mendorong penggunaan BBM non-subsidi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina Patra Niaga memperluas distribusi Pertamax Green. Produk ini hadir sebagai alternatif BBM yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Saat ini, Pertamax Green tersedia di 168 SPBU di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Penjualan Pertamax Green tercatat tumbuh sekitar 80% dibandingkan 2024, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk ramah lingkungan.

Di sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga saat ini mengoperasikan 231 fasilitas energi yang terdiri dari 125 terminal BBM, 32 terminal LPG, dan 74 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Fasilitas-fasilitas ini menjadi tulang punggung dalam mendukung distribusi BBM dan LPG di seluruh Indonesia.

Untuk distribusi BBM, perusahaan memiliki 15.345 titik layanan termasuk BBM Satu Harga yang tersebar di wilayah 3T. Adapun distribusi LPG dilakukan melalui 269.096 titik di wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan sebagian Indonesia Timur. Ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Dengan berbagai inisiatif dan program yang telah dijalankan, Pertamina Patra Niaga terus berupaya meningkatkan efisiensi dan keandalan dalam distribusi BBM serta LPG. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu menjaga stabilitas pasokan energi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar