Pemprov Jateng Kembangkan Inovasi untuk Tingkatkan Ekonomi, BRIN Sarankan Fokus pada Komoditas Lokal

Pemprov Jateng Kembangkan Inovasi untuk Tingkatkan Ekonomi, BRIN Sarankan Fokus pada Komoditas Lokal

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Pemprov Jateng Kembangkan Inovasi untuk Tingkatkan Ekonomi, BRIN Sarankan Fokus pada Komoditas Lokal yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Pemprov Jateng Kembangkan Inovasi untuk Tingkatkan Ekonomi, BRIN Sarankan Fokus pada Komoditas Lokal

Inovasi dan Riset sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus berkomitmen untuk mengembangkan inovasi di berbagai bidang. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa inovasi-inovasi yang dilakukan harus lebih ekspansif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Riset dan inovasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah,” ujarnya dalam acara Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah 2025 dan peluncuran DocRIDa, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (6/11/2025). Menurutnya, riset tidak perlu selalu berskala besar, yang penting bisa menyentuh hal-hal mendasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Fokus pada Komoditas Lokal

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyarankan agar Pemprov Jateng fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Langkah ini dinilai penting guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

“Pertumbuhan sebesar itu hanya bisa dicapai melalui dua hal, yakni investasi besar yang masuk atau peningkatan nilai tambah komoditas lokal,” jelasnya. Menurut Handoko, kehadiran industri besar memang membawa dampak positif, terutama dalam menciptakan lapangan kerja padat karya. Namun, efek rambat (trickle down effect) yang ditimbulkan masih terbatas.

Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. “Itulah tugas BRIN dan Brida Jateng. Bukan sekadar lembaga riset, melainkan harus menjadi penggerak dan fasilitator dalam memanfaatkan sumber daya yang ada,” tegasnya.

Peran Peneliti dalam Mendorong Inovasi

Lebih lanjut, Handoko menjelaskan, peran para peneliti sangat penting dalam mendorong inovasi untuk meningkatkan nilai komoditas lokal di berbagai sektor, seperti pangan, budaya, dan pariwisata. Tujuannya agar inovasi tersebut dapat menggerakkan ekonomi daerah dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, komoditas bawang merah yang menjadi andalan Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian daerah. Dari sisi hulu, produksi petani sudah melimpah, dan di sisi hilir, industrinya juga berkembang, seperti pada sektor kuliner. Namun, menurut Handoko, rantai nilai di bagian tengah, yakni inovasi produk olahan, masih belum tergarap optimal.

Potensi Komoditas Lokal yang Masih Terbuka

Komoditas lokal seperti bawang merah, jagung, dan hasil pertanian lainnya memiliki potensi besar untuk ditingkatkan nilai tambahnya. Dengan inovasi yang tepat, produk-produk tersebut bisa menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Selain itu, komoditas budaya dan pariwisata juga bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan jika dikelola dengan baik.

Dalam konteks ini, BRIN dan Brida Jateng diharapkan mampu menjadi mitra strategis bagi para peneliti dan pelaku usaha lokal. Dengan kolaborasi yang kuat, inovasi bisa lebih cepat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kesimpulan

Inovasi dan riset menjadi kunci utama dalam membangun perekonomian yang berkelanjutan. Dengan fokus pada komoditas lokal dan penguatan nilai tambah, Jawa Tengah dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha untuk mewujudkan visi ini.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar