
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pendekatan Data dalam Penilaian Kredit oleh OVO Finansial
PT Indonusa Bara Sejahtera (OVO Finansial), sebuah perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending, menggunakan berbagai data untuk menilai kelayakan kredit atau credit scoring. Salah satu data yang digunakan adalah transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Direktur Utama OVO Finansial, Riady Nata, menjelaskan bahwa penggunaan data historis transaksi QRIS menjadi indikator tambahan dalam proses penilaian kredit.
"Saat ini, OVO Finansial telah mengintegrasikan data historis QRIS dalam sistem penilaian kredit dan secara berkala mengevaluasi efektivitasnya," ujarnya kepada aiotrade, Senin (10/11).
Data historis QRIS dinilai memberikan wawasan berharga mengenai perilaku transaksi dan pola pembayaran pengguna atau borrower. Dengan demikian, data tersebut dapat membantu memperkuat analisis risiko dan memastikan pendanaan yang lebih tepat sasaran.
Pendekatan Berbasis Data dalam Pemberian Layanan Pendanaan
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam pemberian layanan pendanaan, OVO Finansial juga menggunakan berbagai data alternatif lainnya. Data tersebut mencakup riwayat aktivitas pengguna di platform OVO dan Grab, serta data dari biro kredit.
"Pendekatan berbasis data itu dilakukan kami untuk memastikan penilaian kemampuan pembayaran kembali dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan regulasi yang berlaku," tuturnya.
Berdasarkan data internal, Riady menyebutkan bahwa kendala pembayaran pinjaman umumnya disebabkan oleh ketidakstabilan pendapatan, terutama pada kelompok usia 30–40 tahun. Oleh karena itu, pihaknya terus memperkuat sistem mitigasi risiko, serta memastikan bahwa layanan keuangan yang dihadirkan tetap memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Tingkat Keberhasilan Bayar OVO Finansial
Berdasarkan situs resmi perusahaan, OVO Finansial mencatatkan Tingkat Keberhasilan Bayar atau TKB90 sebesar 96,38% per 10 November 2025. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pinjaman yang diberikan berhasil dibayar tepat waktu.
Peran Teknologi AI dalam Credit Scoring
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mendorong data atau jejak digital QRIS bisa digunakan sebagai dasar penilaian kelayakan kredit atau credit scoring, termasuk di fintech P2P lending. Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menjelaskan bahwa dasar credit scoring dibantu oleh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Oleh sebab itu, saya meyakini AI punya potensi besar dalam memperluas akses keuangan masyarakat," ujarnya.
Juda menjelaskan bahwa teknologi AI dapat mengolah jejak digital transaksi keuangan yang tercipta dari penggunaan sistem pembayaran digital, seperti QRIS. Nantinya, data olahan AI tersebut akan menjadi basis alternative credit scoring alias penilaian kredit alternatif.
Contoh Penggunaan AI dalam Penilaian Kredit
Juda mencontohkan, pelaku UMKM yang sudah menggunakan QRIS akan meninggalkan jejak digital, seperti besaran pemasukan, pengeluaran, penyimpanan, hingga jumlah pelanggan. "Jejak-jejak digital keuangan dari si ibu (pelaku UMKM) bisa diubah oleh AI menjadi suatu akses keuangan, ketika ibu itu memerlukan pinjaman dari bank atau pinjaman dari fintech lending, yang sering sekarang disebut dengan alternative credit scoring," ucapnya dalam acara FEKDI & IFSE 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11).
Juda menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan BI dalam mendorong transformasi digital sistem pembayaran dan memperluas inklusi keuangan. Dengan adanya AI, penilaian kredit menjadi lebih akurat dan objektif, sehingga masyarakat yang sebelumnya sulit mendapatkan akses keuangan bisa lebih mudah memperoleh pinjaman.
Komentar
Kirim Komentar