OpenAI Menolak Perintah Pengadilan Serahkan 20 Juta ChatGPT

OpenAI Menolak Perintah Pengadilan Serahkan 20 Juta ChatGPT

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada OpenAI Menolak Perintah Pengadilan Serahkan 20 Juta ChatGPT yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
OpenAI Menolak Perintah Pengadilan Serahkan 20 Juta ChatGPT

Permohonan OpenAI terhadap Perintah Pengadilan

OpenAI secara resmi mengajukan petisi ke pengadilan, menilai bahwa perintah untuk menyerahkan 20 juta percakapan anonim ChatGPT melanggar privasi pengguna dan tidak relevan dengan gugatan pelanggaran hak cipta yang diajukan. Dalam berkas pengadilan, OpenAI menyatakan bahwa pengguna ChatGPT seharusnya tidak menghadapi risiko percakapan pribadinya diberikan kepada pihak ketiga untuk diperiksa.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Chief Information Security Officer OpenAI, Dane Stuckey, dalam blog resmi pada Rabu (12/11/2025), menyampaikan bahwa membagikan jutaan percakapan akan melanggar privasi dan keamanan pengguna. Ia menambahkan bahwa banyak percakapan tersebut berasal dari pengguna yang tidak terkait dengan gugatan dari The New York Times.

Latar Belakang Gugatan dan Perintah Pengadilan

Gugatan pelanggaran hak cipta diajukan oleh The New York Times dan sejumlah media pada 2023, menuduh OpenAI menggunakan artikel-artikel mereka tanpa izin untuk melatih model AI ChatGPT. Demi mendukung proses hukum, pengadilan pada Mei 2025 memerintahkan OpenAI mempertahankan 20 juta percakapan ChatGPT secara anonim dari Desember 2022 hingga November 2024.

Perintah ini bertentangan dengan kebijakan OpenAI yang biasanya menghapus data pengguna dalam 30 hari jika tidak disimpan secara eksplisit. Magistrate Judge, Ona Wang, menegaskan bahwa data yang dikumpulkan telah melalui proses penghilangan identitas yang ketat untuk melindungi privasi pengguna. Namun, OpenAI menyoroti risiko keamanan dan kerahasiaan data, terutama karena data tersebut akan diakses oleh tim hukum pihak ketiga.

Kekhawatiran Privasi dan Keamanan Pengguna ChatGPT

CEO OpenAI, Sam Altman, menegaskan bahwa menjaga privasi percakapan pengguna adalah prioritas utama, mengingat potensi risiko kebocoran data pengguna sangat besar jika perintah pengadilan dijalankan. "Percakapan dengan AI harus dilindungi setara rahasia klien pengacara," katanya, dilansir The Cyber Express.

OpenAI khawatir perintah pengadilan akan menciptakan preseden buruk terkait perlindungan data digital, terutama karena data yang diperintahkan diserahkan mencakup jutaan interaksi bahkan yang tidak terkait dengan gugatan hak cipta.

Tantangan dan Perspektif Masa Depan

Dengan permohonan yang diajukan, OpenAI berusaha mempertahankan kepercayaan pengguna dan menjaga standar keamanan data yang tinggi. Meskipun demikian, persaingan di pasar teknologi semakin ketat, dan OpenAI harus tetap berinovasi serta menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis seperti Amazon dan SoftBank.

Keuntungan SoftBank Melesat Dua Kali Lipat Berkat Investasi OpenAI
OpenAI dan Amazon Teken Kontrak Rp633 Triliun Manfaatkan Layanan Cloud
OpenAI Menuju IPO, Mampukah Bertahan di Pasar?

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar