
Investasi Baru Microsoft Senilai 23 Miliar Dolar AS untuk Pengembangan AI
Microsoft baru-baru ini mengumumkan rencana investasi besar senilai sekitar 23 miliar dolar AS (Rp383,3 triliun) untuk pengembangan teknologi akal imitasi (AI) di berbagai negara. Rencana ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi di sektor komputasi awan dan AI, sekaligus meningkatkan persaingan dengan raksasa teknologi lain seperti Amazon dan Google.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Investasi yang dilakukan Microsoft akan digunakan untuk membangun dan memperluas pusat data, meningkatkan kapasitas komputasi AI, serta memperkuat layanan cloud Azure di sejumlah wilayah utama. Rencana ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang yang dimulai pada 2026 guna mengantisipasi lonjakan permintaan pemrosesan AI dari berbagai pihak, termasuk perusahaan, pemerintah, dan ekosistem startup.
Dari total investasi tersebut, sekitar 17,5 miliar dolar AS (Rp291,6 triliun) akan dialokasikan ke India, menjadikannya bagian terbesar dari paket investasi ini. Sisanya akan dibagikan ke negara-negara lain seperti Kanada, Uni Emirat Arab, dan Portugal untuk menambah kapasitas pusat data serta memperkuat jaringan cloud global Microsoft.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menyatakan bahwa investasi besar ini bertujuan untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor ekonomi. Ia menekankan bahwa langkah ini akan membantu membangun infrastruktur AI yang diperlukan untuk mendukung gelombang inovasi berikutnya di seluruh dunia.
Fokus Besar pada India
India menjadi fokus utama dari investasi Microsoft karena dipandang sebagai salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat dan populasi pengguna internet terbesar di dunia. Investasi 17,5 miliar dolar AS (Rp291,6 triliun) di negara itu akan digunakan untuk membangun dan memperluas pusat data khusus yang dioptimalkan untuk beban kerja AI.
Perusahaan berencana membangun wilayah pusat data hyperscale baru di Hyderabad yang disebut akan menjadi kawasan pusat data terbesar Microsoft di India. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan melengkapi tiga wilayah pusat data yang sudah ada di Chennai, Hyderabad, dan Pune.
Nadella menyebut komitmen baru ini sebagai lompatan besar untuk mendukung ambisi AI-first India di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa investasi ini bertujuan untuk membantu India membangun infrastruktur, keterampilan, dan kemampuan mandiri yang diperlukan untuk masa depan yang berorientasi pada AI.
Dampak Global dan Persaingan Teknologi
Di luar India, Microsoft juga menyiapkan lebih dari 5,4 miliar dolar AS (Rp89,9 triliun) untuk investasi AI dan cloud di Kanada dalam dua tahun ke depan. Rencana ini mencakup pembangunan pusat data baru dan peningkatan kapasitas keamanan siber. Perusahaan juga memperluas infrastruktur di beberapa pasar lain seperti Uni Emirat Arab dan Portugal untuk memperkuat kehadiran globalnya di layanan komputasi awan dan AI.
Langkah agresif ini dinilai sebagai bagian dari upaya Microsoft mengamankan kapasitas komputasi untuk aplikasi AI generatif, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan melawan Amazon Web Services dan Google Cloud. Analis pasar menilai bahwa ekspansi pusat data berskala besar akan menjadi kunci dalam menentukan siapa yang memimpin pasar layanan cloud dan AI di dekade mendatang.
Nadella menegaskan bahwa peningkatan kapasitas AI ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga ekosistem keterampilan dan peluang kerja baru. Ia menekankan bahwa AI sedang mengubah setiap industri, dan Microsoft berkomitmen untuk memastikan negara-negara dan komunitas di seluruh dunia memiliki infrastruktur dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk memanfaatkan transformasi ini.
Komentar
Kirim Komentar