
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tren Digital yang Diprediksi Populer pada 2026
Meta mengungkapkan tiga tren digital yang dianggap akan menjadi perhatian utama pada tahun 2026. Tren-tren tersebut mencakup pertumbuhan pasar produk halal, perkembangan e-commerce lintas batas, serta peningkatan penggunaan fitur kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai platform digital.
Pertumbuhan Pasar Produk Halal
Salah satu tren yang menarik perhatian adalah meningkatnya minat terhadap produk halal di dunia digital. Nadhila Renaldi, Manajer Kebijakan Publik Meta Indonesia, menyatakan bahwa ekonomi halal global diperkirakan akan mencapai angka antara US$ 9,5 hingga US$ 10,5 triliun pada tahun 2030. Angka ini setara dengan sekitar Rp 158,5 ribu triliun hingga Rp 175 ribu triliun, dengan kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 16.680.
Data ini sejalan dengan proyeksi dari Global Halal Market Statistics, yang memperkirakan bahwa pasar halal akan mencapai US$ 10 triliun atau sekitar Rp 166 ribu triliun pada tahun yang sama. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan komposit (CAGR) sebesar 5,5%, pasar ini menunjukkan potensi besar untuk berkembang.
Kemudahan perdagangan lintas negara juga memberikan peluang bagi pemasaran kreativitas nasional ke pasar global. Salah satu contohnya adalah kolaborasi Meta dengan para kreator, termasuk di sektor kecantikan, yang berhasil meningkatkan kesadaran merek secara signifikan. Menurut Nadhila, penggunaan kampanye "hands creator" mampu meningkatkan awareness merek hingga 2,1 kali lipat.
Keamanan dan Perlindungan Pengguna
Tren lain yang diprediksi akan berkembang adalah peningkatan keamanan dan perlindungan pengguna melalui fitur AI. Meta telah melakukan investasi besar dalam pengembangan teknologi keamanan digital. Perusahaan ini memiliki standar komunitas yang jelas dan telah mengembangkan lebih dari 50 alat serta sumber daya untuk mendukung keamanan remaja dan orang tua.
Selain itu, Meta juga menginvestasikan lebih dari US$ 30 miliar (setara Rp 500 triliun) selama satu dekade terakhir di bidang keamanan dan perlindungan pengguna. Perusahaan ini juga mempekerjakan sekitar 40 ribu orang yang bekerja di bidang safety dan security selama 24 jam setiap hari.
Salah satu upaya perlindungan yang dilakukan adalah peluncuran akun remaja di Instagram. Akun ini secara default diatur sebagai akun privat, dengan pembatasan pesan dan konten. Fitur sleep mode juga tersedia untuk membatasi interaksi di malam hari.
Nadhila menjelaskan bahwa fitur-fitur ini dikembangkan berdasarkan riset dan masukan dari para ahli, orang tua, serta pemangku kebijakan. Tujuannya adalah untuk memberikan lingkungan digital yang lebih aman bagi generasi muda.
Pemberdayaan UMKM dan Literasi Digital
Di sisi lain, Meta aktif dalam mendorong literasi digital dan pemberdayaan UMKM melalui berbagai program. Salah satu contohnya adalah program My Impact Accelerator, yang bekerja sama dengan sektor perdagangan untuk mendukung UMKM. Selain itu, Meta juga menyelenggarakan program literasi bagi jurnalis digital.
Program-program ini bertujuan untuk memperluas akses ke teknologi digital dan meningkatkan kemampuan pengusaha kecil dan menengah dalam bersaing di pasar global. Dengan pendekatan ini, Meta berkomitmen untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan adanya tren-tren ini, Meta berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam pengembangan digital di Indonesia dan dunia secara umum.
Komentar
Kirim Komentar