Lenovo Tantang Peluang Besar di Indonesia, CEO Buka Opsi Investasi R&D AI

Lenovo Tantang Peluang Besar di Indonesia, CEO Buka Opsi Investasi R&D AI

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Lenovo Tantang Peluang Besar di Indonesia, CEO Buka Opsi Investasi R&D AI yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Indonesia, Pasar Strategis bagi Lenovo

Indonesia menempati posisi penting dalam strategi global Lenovo. Dengan populasi yang besar, kelas menengah yang kuat, serta potensi pertumbuhan tinggi di berbagai segmen seperti PC, smartphone, hingga infrastruktur pusat data, Indonesia menjadi pasar prioritas di kawasan Asia Pasifik.

Lenovo mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis jangka panjang. Perusahaan juga membuka peluang investasi lanjutan di Tanah Air, termasuk manufaktur, layanan, riset dan pengembangan, serta pengembangan AI berbasis lokal.

Pendekatan Hybrid AI dari Lenovo

CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar kunci dalam strategi global perusahaan, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis hybrid.

Hybrid AI adalah pendekatan Lenovo yang menggabungkan pemrosesan AI di perangkat (edge), pusat data (data center), dan cloud. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan dan pengguna mengolah data secara lebih fleksibel, aman, dan efisien.

Dalam sesi wawancara khusus dengan KompasTekno, Yang menjelaskan alasan mengapa Indonesia dinilai strategis. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan populasi online terbesar keempat di dunia. Hal ini membuat Indonesia menjadi pasar yang sangat penting bagi Lenovo.

Potensi Pasar yang Besar

Dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan sekitar 50 juta konsumen kelas menengah, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar. Lenovo bahkan menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar ketiga di kawasan Asia Pasifik di luar China, India, dan Jepang.

Yang menegaskan bahwa Indonesia adalah pasar dengan pertumbuhan sangat cepat. Menurutnya, penetrasi perangkat di Indonesia masih relatif rendah. Contohnya, pasar PC di Indonesia masih kecil meskipun memiliki populasi yang besar.

"Jika Anda ingin menyebutkan satu perbedaan spesifik, saya akan mengatakan kita memiliki potensi lebih besar di pasar ini. Dengan populasi 300 juta, pasar PC tahunan kita sekitar 4 juta," ujar Yang.

Selain PC, Lenovo juga melihat peluang di segmen smartphone. Perusahaan memperoleh bisnis smartphone setelah mengakuisisi Motorola pada 2014 lalu. Meski penetrasi smartphone di Indonesia sangat tinggi (lebih dari 60 persen), pangsa pasar Lenovo di segmen tersebut masih kecil.

Pertumbuhan Infrastruktur Pusat Data

Bisnis infrastruktur, khususnya pusat data, juga dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Yang bahkan menyebut pertumbuhan pasar pusat data di Indonesia bisa sangat cepat.

"Kami melihat potensi yang lebih tinggi di sini. Pertumbuhannya bisa berlipat ganda atau tiga kali lipat setiap tahun," kata Yang.

Peluang Investasi Lanjutan

Melihat potensi ini, Yang membuka peluang investasi lanjutan di Indonesia seiring pertumbuhan bisnis Lenovo di Tanah Air. "Selama bisa mengembangkan bisnis kita di sini, kami pasti akan berinvestasi lebih banyak. Investasi tersebut dapat mencakup manufaktur, layanan, hingga riset dan pengembangan," ujarnya.

Secara khusus, Yang juga menyinggung peluang pengembangan AI berbasis lokal. Model tersebut penting untuk memahami bahasa dan budaya Indonesia secara lebih akurat.

"Jika Anda ingin memiliki model lokal murni, maka mungkin Anda membutuhkan RnD lokal," kata Yang.

"Jadi, jika bisnis kami di sini cukup besar, kami akan mempertimbangkan untuk berinvestasi di bidang-bidang tersebut," pungkas Yang.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar