JakScan Diluncurkan: Skrining TB Kini di Ujung Jari Warga Jakarta

JakScan Diluncurkan: Skrining TB Kini di Ujung Jari Warga Jakarta

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada JakScan Diluncurkan: Skrining TB Kini di Ujung Jari Warga Jakarta yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
JakScan Diluncurkan: Skrining TB Kini di Ujung Jari Warga Jakarta

Inovasi Digital dalam Pemantauan Tuberkulosis di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan dengan menghadirkan inovasi digital. Salah satu langkah terbaru adalah peluncuran aplikasi Jakarta Smart Check and Notify (JakScan). Aplikasi ini dirancang untuk membantu warga melakukan skrining mandiri terhadap risiko tuberkulosis (TB) secara mudah dan cepat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Fungsi dan Keunggulan JakScan

JakScan memungkinkan pengguna menjawab serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengevaluasi tingkat risiko TB. Setelah itu, pengguna akan menerima notifikasi tindak lanjut jika diperlukan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan fitur ini, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan secara real-time dan mempercepat proses diagnosis.

Menurut Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, peluncuran JakScan merupakan terobosan penting dalam mempercepat deteksi dini TB di ibu kota. Ia menyatakan bahwa aplikasi ini menjadi langkah maju dalam memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki sistem rujukan kasus dan memastikan setiap warga mendapatkan pendampingan yang tepat.

Integrasi dengan Sistem Kesehatan

Aplikasi JakScan dirancang agar dapat digunakan secara mudah, responsif, dan terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini memungkinkan data yang diperoleh dari pengguna bisa langsung tersambung ke sistem layanan kesehatan, sehingga memudahkan tenaga medis dalam menangani kasus TB.

Strategi Pemprov DKI dalam Mengatasi TB

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa JakScan menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI untuk mencapai target Eliminasi TB pada tahun 2030. Tujuan utamanya adalah memastikan semua warga Jakarta sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan berani memeriksakan diri serta berobat hingga tuntas.

Selain menghadirkan aplikasi JakScan, Pemprov DKI juga memperkuat Gerakan TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh). Gerakan ini bertujuan untuk memperluas deteksi dini TB di berbagai tempat seperti rumah, sekolah, dan tempat kerja. Selain itu, Pemprov DKI juga mengembangkan Kampung Siaga TBC sebagai pusat edukasi dan dukungan bagi pasien TB.

Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat

Dengan dukungan teknologi, kolaborasi antara tenaga medis, dan partisipasi aktif masyarakat, Pemprov DKI Jakarta optimistis dapat menekan angka kasus TB dan mempercepat terwujudnya Jakarta yang lebih sehat dan bebas TBC. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan.

Kesimpulan

Peluncuran JakScan menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memanfaatkan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi kesehatan dan mempercepat proses diagnosis TB. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencapai tujuan eliminasi TB di Jakarta.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar