IBM, yang merupakan perusahaan teknologi terkemuka di dunia, akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan pada kuartal terakhir tahun 2025. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis perangkat lunak dan layanan yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan divisi lainnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Juru bicara IBM menyatakan bahwa PHK yang akan dilakukan hanya akan berdampak kecil terhadap jumlah total karyawan global perusahaan. Meskipun tidak memberikan angka pasti, laporan terbaru mengungkapkan bahwa IBM berencana untuk merumahkan setidaknya ribuan pekerja.
"Kami secara rutin meninjau tenaga kerja kami dengan perspektif ini dan menyesuaikannya kembali bila diperlukan," ujar juru bicara tersebut. "Pada kuartal keempat, kami menjalankan langkah-langkah yang akan berdampak pada persentase kecil, satu digit, dari total tenaga kerja global kami."
Perusahaan ini telah mencatat kenaikan harga saham sepanjang tahun ini, didorong oleh optimisme investor terhadap bisnis perangkat lunak. Divisi ini mendapat dorongan signifikan dari akuisisi Red Hat dan HashiCorp, yang menjadi bagian dari strategi IBM dalam memperkuat posisinya di pasar perangkat lunak.
CEO IBM, Arvind Krishna, sedang mendorong agar divisi perangkat lunak menjadi unit bisnis terbesar di perusahaan. Hal ini terutama karena bisnis konsultasi menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Menurut data terbaru, IBM mempekerjakan sekitar 270.000 karyawan pada akhir tahun 2024. Sebagian besar karyawan di Amerika Serikat kemungkinan akan terkena dampak dari rencana PHK ini. Namun, jumlah tenaga kerja di negara tersebut diperkirakan tetap stabil sepanjang tahun, menurut pernyataan dari juru bicara perusahaan.
Strategi Perusahaan untuk Masa Depan
IBM terus memperkuat posisi di pasar teknologi dengan fokus pada pengembangan perangkat lunak dan layanan digital. Langkah PHK ini dianggap sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pertumbuhan bisnis utama perusahaan. Dengan mengurangi biaya operasional yang tidak efisien, IBM dapat mengalokasikan sumber daya lebih besar ke inovasi dan pengembangan teknologi baru.
Beberapa faktor yang memengaruhi keputusan ini antara lain:
- Perubahan tren pasar: Kebutuhan akan solusi perangkat lunak semakin meningkat, terutama dalam industri finansial, kesehatan, dan pemerintahan.
- Peningkatan kompetisi: Persaingan di pasar teknologi semakin ketat, sehingga IBM perlu menyesuaikan diri agar tetap bisa bersaing.
- Efisiensi operasional: Pemangkasan jumlah karyawan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Dampak Terhadap Karyawan dan Pasar Tenaga Kerja
Meski PHK hanya akan memengaruhi sebagian kecil dari total karyawan, dampaknya tetap signifikan, terutama bagi mereka yang terkena langsung. Perusahaan berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada karyawan yang terkena dampak, termasuk pelatihan dan bantuan pencarian kerja.
Selain itu, langkah ini juga akan berdampak pada pasar tenaga kerja, terutama di wilayah yang memiliki jumlah karyawan besar. Namun, IBM menegaskan bahwa jumlah karyawan di Amerika Serikat akan tetap stabil sepanjang tahun, meskipun ada penyesuaian struktur organisasi.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan fokus pada bisnis perangkat lunak, IBM menghadapi tantangan dan peluang yang sama-sama besar. Di satu sisi, perusahaan harus terus berinovasi untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Di sisi lain, peluang untuk berkembang di pasar global sangat besar, terutama dengan adanya permintaan yang meningkat terhadap solusi digital.
Dalam jangka panjang, keputusan untuk melakukan PHK diharapkan dapat membantu IBM menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan pasar. Dengan demikian, perusahaan akan siap menghadapi tantangan di masa depan dan memaksimalkan peluang yang ada.
Komentar
Kirim Komentar