
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Hujan Meteor Ursid akan Mencapai Puncaknya pada Malam 21–22 Desember 2025
Hujan meteor Ursid diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 21 hingga 22 Desember 2025. Fenomena alam ini dapat disaksikan di langit Belahan Bumi Utara, yang bertepatan dengan malam terpanjang dalam setahun.
Hujan meteor Ursid aktif sejak 13 hingga 26 Desember dan mencapai titik puncaknya bersamaan dengan titik balik matahari musim dingin. Titik balik matahari musim dingin terjadi pada 21 Desember pukul 10.03 pagi waktu EST atau 22.03 WIB. Periode ini menjadi waktu ideal untuk mengamati "shooting stars" atau bintang jatuh.
Meski Ursid bukan termasuk hujan meteor besar tahunan dan sering kali terlewat menjelang Natal, kondisi pengamatan tahun ini dinilai sangat menguntungkan. Hujan meteor ini terjadi tidak lama setelah fase bulan baru, ketika bulan tidak terlihat di langit malam sehingga langit menjadi sangat gelap. Bulan baru terjadi pada 19 Desember pukul 8.43 malam EST. Pada 21 Desember, bulan hanya tampak sebagai sabit tipis dengan tingkat pencahayaan sekitar 2 persen setelah matahari terbenam. Kondisi langit yang gelap ini meningkatkan peluang melihat meteor, mengingat "shooting stars" bergerak cepat dan sering kali tampak redup.
Menurut American Meteor Society, hujan meteor Ursid umumnya menghasilkan sekitar lima hingga 10 meteor per jam. Namun, semburan dengan intensitas lebih tinggi pernah tercatat, termasuk kejadian ketika jumlah meteor melampaui 25 per jam. EarthSky mencatat lonjakan ekstrem sekitar 100 meteor per jam pernah terjadi pada 1945 dan 1986.
Pengamatan Ursid dapat dilakukan sepanjang malam, tapi waktu terbaik diperkirakan pada jam-jam sebelum fajar pada 22 Desember. Pada periode tersebut, titik radian hujan meteor—tempat meteor tampak berasal—yaitu bintang Kochab di rasi Ursa Minor, berada paling tinggi di langit utara. Hujan meteor ini tidak dapat diamati dari sebagian besar wilayah Belahan Bumi Selatan.
Penyebab Hujan Meteor Ursid
Secara ilmiah, hujan meteor Ursid disebabkan oleh debu dan puing yang ditinggalkan Komet 8P/Tuttle, yang mengelilingi Matahari setiap 13,5 tahun. Debu dan puing ini tersebar di sepanjang orbit komet dan ketika Bumi melewati jalur tersebut, partikel-partikel ini masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, membentuk cahaya yang kita kenal sebagai hujan meteor.
Hujan Meteor Berikutnya: Quadrantid
Setelah Ursid, hujan meteor berikutnya adalah Quadrantid yang akan mencapai puncaknya pada malam 2 hingga 3 Januari 2026. Fenomena tersebut berpotensi menampilkan sekitar 120 meteor per jam, namun pengamatannya akan terganggu oleh cahaya terang purnama Januari yang dikenal sebagai “Wolf Moon”.
Komentar
Kirim Komentar