
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kementerian PU Berhasil Memperbaiki 12 Jembatan di Aceh
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan bahwa sebanyak 12 jembatan di Provinsi Aceh kembali berfungsi dengan struktur darurat. Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga konektivitas pasca-banjir Sumatera yang mengganggu akses transportasi di wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya menjaga konektivitas sebagai prioritas utama dalam situasi darurat bencana. Ia menyatakan bahwa jalan dan jembatan memainkan peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” ujarnya.
Penanganan Jembatan Nasional yang Terputus
Kementerian PU terus melakukan perbaikan terhadap jembatan nasional yang sempat terputus akibat banjir bandang di Aceh. Dari 16 jembatan yang telah ditangani, sebanyak 12 jembatan sudah kembali fungsional pada lokasi eksisting meskipun masih menggunakan struktur darurat.
Percepatan penanganan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Aceh dengan berbagai metode tanggap darurat, seperti pemasangan Jembatan Bailey dan penggunaan jalur alternatif. Pendekatan ini memungkinkan akses tetap fungsional sambil menunggu penanganan jembatan secara permanen.
Daftar Jembatan yang Sudah Fungsional
Berikut adalah daftar 12 jembatan nasional yang telah kembali berfungsi:
-
Jembatan Kreung Tingkeum berlokasi di Kota Bireuen pada ruas Batas Bireuen-Aceh Utara (Lintas Timur). Jembatan Bailey sepanjang 63 meter telah dipasang pada lokasi bentang yang rusak dan fungsional sejak 27 Desember 2025 dengan jalur alternatif Awe Geutah yang telah lebih dahulu difungsikan pada 18 Desember 2025.
-
Jembatan Alue Kulus berada di ruas Batas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah sebagai jembatan lintas penghubung. Penanganan darurat dilakukan melalui penimbunan setengah badan jalan, sehingga jembatan darurat kembali berfungsi sejak 18 Desember 2025.
-
Jembatan Kreung Rongka terletak di ruas Batas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah (Lintas Tengah). Penanganan dilakukan melalui penimbunan dan pemasangan box culvert serta fungsional sejak 21 Desember 2025.
-
Jembatan Weihni Lampahan merupakan jembatan dengan tipe box culvert beton bertulang yang dibangun pada 1979, berada pada ruas penghubung Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Penanganan darurat dilakukan melalui penimbunan oprit dan telah berfungsi sejak 19 Desember 2025.
-
Jembatan Wehni Rongka berada pada ruas penghubung Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah dan merupakan jembatan rangka baja satu bentang sepanjang 35 meter yang dibangun pada 1992. Penanganan darurat dilakukan dengan pembuatan jalur detour di samping jembatan eksisting menggunakan timbunan dan box culvert sehingga dapat dilalui sejak 24 Desember 2025.
-
Jembatan Timang Gajah terletak di ruas Batas Bireuen-Bener Meriah-Aceh Tengah. Penanganan darurat dilakukan melalui pembuatan jalur detour dengan memanfaatkan timbunan, pelat baja, dan kayu, sehingga akses aktif lagi sejak 24 Desember 2025.
Selain itu, enam lokasi jembatan lainnya yang sempat terputus juga sudah dapat dilalui secara darurat seperti:
- Jembatan Kreung Meureudu
- Jembatan Simamora II
- Jembatan Lawe Mengkudu I
- Jembatan Lawe Penanggalan
- Jembatan Krueng Pelang
- Jembatan Teupin Mane
Dengan penanganan darurat ini, konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, serta distribusi logistik dapat berjalan lancar.
Komentar
Kirim Komentar