Diklaim Ramah Lingkungan, Bahan Baku BBM Bobibos Ternyata Berbeda

Diklaim Ramah Lingkungan, Bahan Baku BBM Bobibos Ternyata Berbeda

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Diklaim Ramah Lingkungan, Bahan Baku BBM Bobibos Ternyata Berbeda yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Inovasi BBM Baru yang Menggemparkan Pasar

Baru-baru ini, muncul sebuah inovasi baru dalam dunia bahan bakar minyak (BBM) yang menarik perhatian publik. BBM bernama Bobibos diklaim memiliki sifat ramah lingkungan dan memiliki angka RON (Research Octane Number) yang mendekati 98. Hal ini membuatnya menjadi salah satu alternatif bahan bakar yang sangat menarik.

Bobibos adalah bahan bakar berbasis nabati yang diperkenalkan oleh PT Inti Sinergi Formula. Nama lengkap dari produk ini adalah Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos. Keunikan dari Bobibos terletak pada bahan dasarnya yang tidak biasa, yaitu jerami atau limbah sisa panen padi yang selama ini sering terbuang atau dibakar oleh petani.

Alasan Memilih Jerami sebagai Bahan Baku

Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa alasan utama memilih jerami adalah untuk menjaga harga pokok produksi (HPP) agar tetap rendah. Dengan demikian, Bobibos diharapkan bisa menjadi solusi energi bersih yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati BBM bersih dengan biaya murah,” ujarnya.

Sebelum menentukan jerami sebagai bahan baku, tim riset Bobibos mencoba beberapa bahan alternatif lain seperti tebu, singkong, dan mikroalga. Namun, hanya jerami yang mampu memenuhi target efisiensi biaya yang telah ditetapkan sejak awal.

“Kami sudah punya batas atas HPP sejak sebelum riset dimulai. Kalau hasilnya melampaui batas itu, berarti belum layak dikembangkan,” tambah Ikhlas.

Tiga Pilar Utama Pengembangan Bobibos

Pengembangan Bobibos berdiri di atas tiga pilar utama: teknologi, komersialisasi, dan regulasi. Dari sisi teknologi, tim berhasil merancang sendiri mesin biokimia yang mampu mengubah jerami menjadi bahan bakar melalui lima tahapan proses ekstraksi.

Hasilnya, kapasitas produksi kini telah mencapai 300 liter per hari, dengan potensi menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar dari setiap hektare sawah terbagi rata untuk jenis bensin dan solar.

Uji Coba dan Hasil yang Mengagumkan

Bobibos juga sudah melalui berbagai pengujian, baik menggunakan sepeda motor seperti Honda BeAT, maupun mobil seperti Toyota Alphard. Berdasarkan hasil uji di Balai Besar Migas LEMIGAS, bahan bakar ini memiliki angka oktan RON 98,1, melampaui bensin berstandar umum di pasaran.

Uji publik dijadwalkan berlangsung Februari 2026 di fasilitas riset Bobibos di Jonggol, sebelum produk ini melangkah ke tahap komersialisasi penuh.

Potensi yang Luas dan Harapan Masa Depan

Dengan konsep yang inovatif dan ramah lingkungan, Bobibos memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif bahan bakar yang lebih bersih dan terjangkau. Selain itu, penggunaan jerami sebagai bahan baku juga membantu mengurangi limbah pertanian yang sering kali dibakar, sehingga memberikan manfaat lingkungan yang signifikan.

Harapan besar ditempatkan pada Bobibos untuk menjadi solusi energi masa depan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat luas dengan harga yang terjangkau.

Langkah Berikutnya

Setelah uji publik selesai, Bobibos akan melangkah ke tahap komersialisasi penuh. Proses ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri, untuk memastikan bahwa produk ini dapat diproduksi secara massal dan tersedia di pasar.

Dengan dukungan dari teknologi yang canggih dan komitmen terhadap keberlanjutan, Bobibos diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan dalam sektor energi nasional.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar