Konferensi HR Tahunan ke-15: Fokus pada Transformasi Digital dan Budaya yang Berpusat pada Manusia
Konferensi HR tahunan ke-15, The 15th Annual HR Conference 2025, kembali menjadi ajang penting bagi para profesional dan praktisi HR di Indonesia. Dengan tema “Empowering People in a Complex Digital Future”, acara ini menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana organisasi dapat menghadapi tantangan era digital sambil tetap menjaga fokus pada manusia sebagai pusat dari setiap inovasi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Acara ini diselenggarakan di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, dan berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai industri, termasuk pimpinan HR, eksekutif perusahaan, dan pengambil keputusan strategis. Melalui sesi inspiratif, keynote presentation, dan gamifikasi interaktif, DataOn, penyedia solusi Human Resource Information System (HRIS) terkemuka di Asia Tenggara, memperkuat komitmennya dalam menyediakan solusi HR terintegrasi yang mendukung efisiensi, inovasi, dan pengalaman karyawan.
Membahas Masa Depan Dunia Kerja
Konferensi tahun ini menampilkan berbagai pembicara ternama yang memberikan perspektif mendalam mengenai masa depan dunia kerja. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Mokhammad Farid Ma’ruf, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya membangun ketenagakerjaan unggul melalui data, teknologi, dan kolaborasi.
Disusul dengan sambutan oleh Dharma Syahputra, Direktur Eksekutif Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global melalui digitalisasi SDM yang berkelanjutan dan berbasis pada nilai kemanusiaan.
Gordon Enns, CEO DataOn, menjadi keynote speaker pertama dengan topik “Shaping the Future of HR in a Complex Digital World”. Ia menyoroti lima pergeseran utama menuju Future-Ready HR yang didorong oleh teknologi SunFish. Menurutnya, transformasi HR bukan sekadar adopsi alat baru, melainkan penyelesaian tantangan nyata organisasi melalui sistem yang cerdas dan saling terhubung.
“HR Technology akan lebih kompleks setiap tahunnya dan akan ada banyak functionality dari software, salah satunya AI. AI support sendiri masih menjadi ongoing trend tahun depan karena masih banyak makro economic issue dalam dunia yang bisa berdampak pada development karir karyawan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana HR modern harus beralih dari sistem yang terfragmentasi dan berorientasi administratif menjadi platform yang menyatukan kejelasan, kelincahan, empowerment, insight real-time, dan kemitraan strategis.

Pendekatan Budaya dan Teknologi dalam Perubahan
Selanjutnya, Prof. Yassierli, Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, turut menyoroti arah kebijakan nasional dalam menghadapi transformasi tenaga kerja di era digital. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, dan penyedia teknologi menjadi kunci dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di masa depan.
Gemini Aryanto, Group Chief People & Culture Officer Kopi Kenangan, membawakan tema “Scaling Culture and Performance for Growth”. Ia membagikan insight seputar evolusi budaya organisasi dalam menghadapi era perubahan cepat. Melalui konsep H.O.P.E (Humanism, Openness, Proximity, Enthusiasm), ia menekankan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, keterbukaan terhadap ide baru, kedekatan antar individu, dan semangat kolaboratif sebagai fondasi budaya perusahaan yang hidup dan adaptif.
Swasono Satyo, Chief Human Resources Officer Sinar Mas Mining, menekankan pentingnya evolusi dari AI adoption menuju adaptive intelligence dalam strategi SDM. Ia memaparkan HR Blueprint yang menggambarkan perjalanan organisasi dari tahap deskriptif hingga prediktif, di mana teknologi kecerdasan buatan membantu HR “melihat ke depan” — mengantisipasi risiko, mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, dan memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja.
Sementara itu, Joko Utomo, Senior Group Head Human Capital InJourney Hospitality, membawakan sesi bertema "Employee Experience is Customer Experience – Driving Service Excellence Through Digital HR". Ia menyoroti pentingnya pengalaman karyawan sebagai fondasi pengalaman pelanggan, serta bagaimana digitalisasi HR melalui sistem seperti SunFish 7 dapat menghubungkan proses, data, dan manusia untuk mendorong keunggulan layanan di industri hospitality.
Forum Diskusi dan Pengalaman Interaktif
Selain sesi keynote, konferensi ini juga menampilkan Panel Discussion dengan topik “Leading Transformation through Advanced HR Systems and Technology”. Sesi ini menghadirkan para pemimpin transformasi SDM dari berbagai sektor, yaitu Debby Priscilla, Head of Human Capital Division di PT Danareksa (Persero), Cahyaningtiyas Rispinatri, Kepala PMO Transformasi di Perum BULOG, serta Jolanda J. Sadrach, sebagai Moderator. Diskusi ini membahas bagaimana organisasi nasional mengelola perubahan melalui implementasi sistem HR modern, pemanfaatan teknologi berbasis AI, serta strategi transformasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan efisiensi, kinerja, dan pengalaman karyawan.
Salah satu aktivitas utama yang menjadi sorotan peserta konferensi tahun ini adalah pengalaman langsung menggunakan teknologi SunFish HR Mobile melalui lima zona interaktif bertajuk “Walk Through the Employee Journey”. Di setiap zona, peserta diajak menelusuri perjalanan karyawan dari awal proses rekrutmen hingga tahap pengembangan karier.
Melalui pendekatan experiential learning, pengunjung dapat mencoba langsung berbagai fitur digital yang mendukung aktivitas HR modern, seperti digital onboarding, time & attendance management, performance tracking, employee engagement, hingga learning & development.
Dengan desain booth yang imersif dan sistem login berbasis QR Code unik di lanyard peserta, DataOn menunjukkan bagaimana transformasi digital HR dapat diwujudkan secara praktis, efisien, dan menyenangkan. Aktivitas ini sekaligus mempertegas komitmen DataOn untuk menghadirkan solusi HR yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berfokus pada pengalaman manusia di setiap tahap perjalanan karyawan.
Sebagai konferensi HR tahunan yang telah memasuki tahun ke-15, acara ini menegaskan posisi DataOn sebagai mitra strategis bagi organisasi di Indonesia dalam mendukung transformasi digital SDM. Dukungan dari berbagai partner strategis, seperti SRW & Co., GreatDay HR, Good Doctor, dan GOERS, semakin memperkaya pengalaman peserta dan memperkuat kolaborasi lintas industri dalam membangun ekosistem HR modern.
Komentar
Kirim Komentar