
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perkembangan Terkini Mengenai Penggunaan Air dalam Pemrosesan AI
Baru-baru ini, isu tentang penggunaan air yang tinggi dalam pemrosesan permintaan ke platform AI seperti ChatGPT menyebar luas di media sosial. Beberapa akun menyebutkan bahwa satu permintaan saja membutuhkan hingga dua botol air. Meskipun terdengar tidak masuk akal, ada penelitian dan laporan yang mendukung klaim tersebut.
Apa Fakta di Balik Isu Ini?
Akun di X dengan nama @karaaaes mengunggah konten pada Rabu (12/11) yang menyatakan bahwa setiap kali pengguna membuat prompt di platform AI, diperlukan dua botol air bersih untuk pendinginan server. Unggahan tersebut mencapai tiga juta tayangan dan 9.000 kali diunggah ulang, serta menerima 51 ribu suka. Meski angka ini sangat tinggi, perlu dipertanyakan apakah benar-benar setiap permintaan memerlukan dua botol air.
Riset bertajuk “Penjadwalan LLM Berkelanjutan yang Sadar Karbon dan Hemat Air di Pusat Data Cloud Terdistribusi Geo” menyebutkan bahwa penggunaan air tawar mencapai 500 mililiter untuk setiap 20 sampai 50 permintaan ke LLM. Angka ini lebih rendah dari klaim awal, tetapi masih menunjukkan bahwa konsumsi air dalam industri AI cukup signifikan.
Penelitian MIT Technology Review Menunjukkan Tren yang Meningkat
Menurut penelitian MIT Technology Review, penggunaan daya AI diperkirakan dapat melampaui seluruh listrik yang saat ini digunakan oleh pusat data Amerika Serikat pada 2028. Angka ini setara dengan memberi daya 22% rumah tangga AS setiap tahun. Selain itu, konsumsi air untuk pendinginan server juga menjadi perhatian utama.
Pusat data mengandalkan air ultra-murni untuk menjaga suhu optimal dan mencegah kotoran mikro pada cip. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pelatihan model GPT-3, fondasi ChatGPT dan Sora 2, dapat menghabiskan sekitar 700 ribu liter air tawar di fasilitas Microsoft di AS. Permintaan global akan air tawar untuk keperluan AI diperkirakan mencapai empat sampai enam miliar meter kubik per tahun pada 2027.
Masalah Lingkungan yang Harus Diperhatikan
Selain penggunaan air, faktor lain yang juga penting adalah produksi perangkat keras. Studi pada 2023 menemukan bahwa pembuatan cip memerlukan air ultra-murni dalam jumlah besar, proses kimia intensif energi, serta mineral langka seperti kobalt dan tantalum. Produksi GPU kelas atas juga menghasilkan jejak karbon jauh lebih besar dibandingkan sebagian besar perangkat elektronik konsumen seperti ponsel dan laptop.
Upaya untuk Menciptakan Solusi Berkelanjutan
Untuk mengatasi isu-isu keberlanjutan yang penting ini, para peneliti mengusulkan kerangka kerja baru yang disebut SLIT. Kerangka ini dirancang untuk mengoptimalkan bersama kualitas layanan LLM, emisi karbon, penggunaan air, dan biaya energi.
Dengan semakin meningkatnya permintaan akan layanan AI, penting bagi perusahaan dan pemerintah untuk bekerja sama dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan. Ini termasuk penggunaan teknologi pendinginan yang lebih efisien, pengurangan penggunaan air, serta pengembangan perangkat keras yang lebih ramah lingkungan.
Kesimpulan
Meskipun klaim bahwa satu permintaan ke AI membutuhkan dua botol air tampak berlebihan, fakta menunjukkan bahwa penggunaan air dan energi dalam industri AI sangat signifikan. Dengan peningkatan permintaan global, penting untuk terus memantau dampak lingkungan dan mencari solusi yang berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar