
JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Bandar Antariksa. Proyek ini akan dibangun di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Rakornas ini dilaksanakan untuk mempercepat arahan Presiden RI terkait kemandirian bangsa, khususnya dalam bidang teknologi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa rakornas terkait Bandar Antariksa sebelumnya telah digelar pada 2019. Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mewujudkan peluncuran bandar antariksa pada periode 2026–2030.
Rakornas yang diselenggarakan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, dihadiri oleh kementerian dan lembaga pemerintah pusat serta pemerintah daerah terkait pembangunan keantariksaan nasional.
“Sejalan dengan arahan Bapak Presiden yang membahas soal kemandirian bangsa, salah satunya kemandirian di bidang teknologi. Dan BRIN memiliki sejumlah teknologi yang dipersiapkan untuk mensupport komitmen bapak presiden,” ujar Arif dalam rapat tersebut, Jumat (19/12/2025).
Arif menekankan bahwa sektor antariksa memiliki nilai strategis dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi antariksa, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Karena itu, penyelenggaraan keantariksaan nasional memerlukan dukungan pendanaan riset serta kebijakan yang berkelanjutan.
Ia menyebutkan beberapa isu utama yang perlu disiapkan bersama, seperti:
- Kesiapan teknologi dan teknis yang menjadi kewenangan BRIN.
- Kesiapan investasi lintas kementerian dan lembaga.
- Aspek sosial di masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
“Harapan kami, Program Bandar Antariksa dapat ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian, melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peningkatan pendapatan nasional dan daerah,” ujarnya.
Menurut Arif, pembangunan Bandar Antariksa juga penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap fasilitas peluncuran luar negeri yang telah berlangsung sejak 1970-an. Ia menilai bahwa pengamanan wilayah orbit di atas kedaulatan NKRI membutuhkan dukungan perencanaan dan kebijakan nasional yang kuat.
“Biak diharapkan dapat menjadi ikon kota peluncuran atau Space City yang mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Indonesia Timur,” kata Arif.
Komentar
Kirim Komentar