BRIN siapkan air minum untuk daerah bencana Sumatera, 3 unit dikirimkan

BRIN siapkan air minum untuk daerah bencana Sumatera, 3 unit dikirimkan

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada BRIN siapkan air minum untuk daerah bencana Sumatera, 3 unit dikirimkan yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


JAKARTA, aiotrade
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menyiapkan teknologi air siap minum (Arsinum) untuk daerah yang terdampak bencana di Sumatera. Teknologi ini akan digunakan sebagai solusi darurat bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

BRIN telah mengirimkan tiga unit alat tersebut ke beberapa wilayah di Sumatera. Menurut Ketua Task Force Reaksi Cepat Tanggap Bencana BRIN, Joko Widodo, rencananya alat-alat ini akan didistribusikan ke tiga wilayah yang terkena dampak bencana. Wilayah pertama yang akan menerima alat adalah Aceh Tamiang. Selanjutnya, wilayah Takengon dan Tapanuli Tengah juga akan mendapat distribusi.

Sebelum alat-alat tersebut sampai ke tiga wilayah tersebut, mereka akan terlebih dahulu dikirim ke Medan. "Insyaallah nanti sore sudah sampai Medan, di Belawan," ujar Joko dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (19/12/2025).

Namun, pengiriman alat ini tidak berjalan mulus. Awalnya, pihak BRIN berencana menggunakan jalur udara, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan. Mereka kemudian mencoba jalur laut, namun harus menunggu jadwal kapal. Sementara itu, pengiriman melalui jalur darat juga menimbulkan kendala, karena perjalanan yang jauh berisiko merusak alat. Akhirnya, alat-alat tersebut dikirimkan menggunakan kapal.

Teknologi yang disiapkan oleh BRIN ini mampu menghasilkan air bersih dan air siap minum hingga puluhan ribu liter per hari. "Air bersih yang kami hasilkan sekitar 30.000 liter per hari dan untuk air siap minumnya 10.000 liter per hari. 10.000 liter per hari itu kira-kira 5.000 galon," jelas Joko.

Sumber baku air yang digunakan bisa berasal dari air yang jernih maupun air yang keruh. Proses kerjanya dimulai dengan menyedot air, lalu alat tersebut akan memproses air dengan menyaring kotoran hingga menjadi air bersih. Selain itu, alat ini juga dapat menghasilkan air siap minum dengan teknologi reverse osmosis.

Menurut Joko, sistem yang digunakan dalam alat ini adalah sistem hibrid, yang berarti bisa digunakan untuk menghasilkan air bersih maupun air siap minum. Ia juga menegaskan bahwa waktu pemrosesan air hingga menjadi air bersih tidak terlalu lama. "Begitu disedot nanti langsung keluar, kira-kira 20 liter per menit," tambahnya.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat di daerah terdampak bencana dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Dengan kapasitas produksi yang besar dan proses yang cepat, alat ini menjadi solusi efektif dalam situasi darurat.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar