
JAKARTA, aiotrade–
Transmisi dual clutch (DCT) dikenal sebagai sistem yang canggih karena mampu memberikan perpindahan gigi yang cepat tanpa mengurangi tenaga mesin. Hal ini membuat pengalaman berkendara menjadi lebih responsif dan efisien. Namun, di balik keunggulannya, transmisi ini juga memiliki sisi yang perlu diperhatikan oleh para pemilik kendaraan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Salah satu komponen yang bisa membuat dompet terasa berat adalah penggantian Transmission Control Module (TCM). Heru Nurhidayat, pemilik bengkel spesialis Eyna Motor di Ciputat, menjelaskan bahwa meski banyak orang mengira bahwa komponen dual clutch adalah yang paling mahal dalam sistem transmisi, nyatanya TCM justru menjadi biaya terbesar.
Menurut Heru, harga TCM orisinal untuk mobil merek Ford berkisar antara Rp 12 juta hingga Rp 13 juta, tergantung pada kondisi dan ketersediaan barang. Sementara itu, untuk kopling ganda (dual clutch) sendiri, harga satu set orisinal mencapai kisaran Rp 9 juta hingga Rp 10 juta, sedangkan versi aftermarket bisa lebih murah.
“Sebenarnya jika perawatannya baik, tidak terkena air, dan rutin diservis, transmisi dual clutch bisa awet. Bahkan, dibandingkan dengan transmisi konvensional, DCT justru lebih tahan lama,” ujar Heru kepada aiotrade, Senin (10/11/2025).
Heru juga menjelaskan bahwa TCM berfungsi sebagai otak dari seluruh sistem transmisi. Modul ini bertugas mengatur kerja kopling serta perpindahan gigi secara elektronik. Jika TCM rusak, maka mobil akan kesulitan dalam melakukan perpindahan gigi secara benar.
Menurutnya, rata-rata usia pakai TCM bisa mencapai 10 tahun, tergantung pada kondisi mobil dan gaya berkendara pemiliknya. Namun, ketika modul ini mulai mengalami masalah, gejalanya akan sangat terasa pada performa kendaraan.
“Kadang gejalanya mobil tidak bisa maju atau mundur. Ada juga yang awalnya nyendat-nyendat, lalu akhirnya mati total,” kata Heru.
Meskipun di pasaran banyak tersedia TCM copotan, Heru menyarankan agar konsumen tetap memilih komponen baru agar hasilnya lebih tahan lama. “Kalau mau pakai copotan juga bisa, asalkan komponennya masih bagus. Tapi saran saya, untuk TCM lebih baik beli baru supaya lebih puas dan awet,” ujarnya.
Faktor Penting dalam Perawatan Transmisi Dual Clutch
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kinerja transmisi dual clutch:
-
Rutin Servis
Pastikan mobil Anda diservis secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Servis rutin dapat mencegah kerusakan yang tidak terduga. -
Hindari Terkena Air
Sistem elektronik seperti TCM rentan terhadap kerusakan akibat air. Jadi, hindari melewati genangan air yang dalam atau jalan yang basah. -
Perhatikan Gaya Berkendara
Pengemudi yang sering melakukan akselerasi mendadak atau pengereman keras dapat memengaruhi umur komponen transmisi. -
Gunakan Komponen Berkualitas
Pilih komponen yang berkualitas, baik original maupun aftermarket yang terpercaya. Ini akan memastikan kinerja dan daya tahan transmisi lebih optimal.
Kesimpulan
Transmisi dual clutch memang menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia otomotif. Meskipun memiliki keunggulan dalam kecepatan dan responsivitas, perawatan yang tepat sangat penting agar komponen seperti TCM tidak mudah rusak. Dengan perawatan yang baik, transmisi ini bisa bertahan cukup lama dan memberikan pengalaman berkendara yang maksimal.
Komentar
Kirim Komentar