BEM Universitas Galuh Ubah Limbah Jelantah Jadi Energi Hibrida di Tasikmalaya

BEM Universitas Galuh Ubah Limbah Jelantah Jadi Energi Hibrida di Tasikmalaya

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada BEM Universitas Galuh Ubah Limbah Jelantah Jadi Energi Hibrida di Tasikmalaya yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
BEM Universitas Galuh Ubah Limbah Jelantah Jadi Energi Hibrida di Tasikmalaya

Program Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan Sosial oleh BEM Universitas Galuh

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Galuh kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program terobosan yang menggabungkan inovasi teknologi dan pemberdayaan sosial. Program ini bertajuk "Pengembangan Sistem Energi Hibrida sebagai Solusi Mitigasi Longsor" dan diluncurkan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Wilayah ini dikenal sebagai daerah yang rawan bencana longsor.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peluncuran inovasi teknologi tersebut dilakukan pada Senin 10 November 2025, ditandai dengan penyerahan alat teknologi inovasi secara simbolis kepada masyarakat di Aula Kantor Desa Tanjungsari. Acara ini dihadiri berbagai elemen masyarakat serta Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si, yang memberikan arahan dan membuka pelatihan intensif yang dilakukan BEM kepada masyarakat Desa Tanjungsari.

Energi dan Kesiapsiagaan Bencana

Desa Tanjungsari sering mengalami pemutusan akses jalan dan listrik akibat longsoran. Di sisi lain, IRT Berkah Mandiri, yang memproduksi keripik, menghadapi masalah biaya produksi tinggi karena ketergantungan pada LPG dan limbah minyak jelantah yang merusak lingkungan.

BEM Universitas Galuh, dengan tim multidisiplin yang melibatkan dosen dan 20 mahasiswa dari berbagai bidang ilmu, hadir membawa solusi hybrid yang terintegrasi. Mereka memanfaatkan limbah jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan dan ekonomis.

Dosen Unigal, Ir Ade Hediana, menciptakan tungku mobile berbahan bakar minyak jelantah yang sudah dipatenkan. Satu liter minyak jelantah bisa menghidupkan kompor selama satu hingga dua jam. Alat ini sangat membantu para pelaku industri rumah tangga di desa Tanjungsari, sekaligus mengurangi biaya bahan bakar hingga 70%.

Ketua Tim, Dr. Erlan Suwarlan, S.IP., M.I.Pol., menjelaskan bahwa selain tungku mobile, BEM juga menyediakan mesin peniris minyak untuk meningkatkan kualitas produk keripik dan mengurangi kadar minyak. Limbah jelantah sisanya juga didaur ulang melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dan sabun cuci, membuka kanal pendapatan baru bagi masyarakat.

Mandiri Energi untuk Karang Taruna

Selain IRT, BEM juga bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Tanjungsari. Mereka membangun Posko Kebencanaan Mandiri Energi yang dilengkapi panel surya, running text, dan sistem peringatan dini bencana. Tungku Jelantah dari IRT juga ditempatkan di posko untuk kebutuhan dapur umum darurat.

Anggota Karang Taruna dilatih dalam mitigasi bencana dan kewirausahaan sosial berbasis daur ulang limbah. Program ini berjalan dari Agustus hingga Desember 2025, menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di Desa Tanjungsari.

Kontribusi Akademisi dalam Pembangunan Masyarakat

Dr. Erlan Suwarlan menekankan bahwa program ini adalah bukti nyata kontribusi akademisi dalam membangun ketangguhan masyarakat. BEM tidak hanya memberikan teknologi, tetapi juga memberdayakan mitra untuk mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan.

Rektor Universitas Galuh, Prof. Dr. Dadi, M.Si, berharap masyarakat Desa Tanjungsari dapat mengembangkan potensi mereka sendiri atau memanfaatkan inovasi yang telah diciptakan oleh universitas. Ia juga mendukung pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama maju.

BEM Universitas Galuh memberikan pelatihan intensif tentang penggunaan alat inovasi teknologi dan cara memanfaatkan limbah jelantah untuk bahan bakar serta produk bernilai tinggi seperti sabun dan lilin.

Dampak Program dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal Energi Bersih dan Terjangkau, Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Inisiatif ini terlaksana berkat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Universitas Galuh Ciamis memiliki komitmen untuk terus mengembangkan inovasi dan teknologi dalam mengolah limbah dan sampah menjadi bahan bernilai dan berdaya guna.

Luaran program berupa video dokumenter dan artikel akan dipublikasikan melalui kanal YouTube Universitas Galuh dan Media Massa, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan model replikasi bagi wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar