Bapenda Jabar Integrasikan 34 Samsat via Drupadi, Ini Cara Kerjanya

Bapenda Jabar Integrasikan 34 Samsat via Drupadi, Ini Cara Kerjanya

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Bapenda Jabar Integrasikan 34 Samsat via Drupadi, Ini Cara Kerjanya yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Integrasi Sistem Pengaduan di Jawa Barat

Jawa Barat terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengintegrasikan sistem pengaduan antara kantor pusat dan 34 Samsat yang ada di seluruh provinsi. Hal ini dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bapenda Jabar, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa integrasi sistem pengaduan bernama Dashboard Pengaduan Digital (Drupadi) merupakan bentuk komitmen dalam mendorong transparansi dan percepatan layanan publik. "Sistem ini menjadi langkah inovatif dalam menangani aduan masyarakat secara cepat, tepat, dan terintegrasi," ujarnya.

Platform Drupadi dirancang untuk mengumpulkan berbagai laporan dari berbagai saluran, baik daring maupun luring. Beberapa saluran yang dapat digunakan oleh masyarakat adalah call center, chat WhatsApp, media sosial, email, aplikasi Sapa Warga, pojok Samsat, serta media lainnya seperti media sosial Gubernur dan Google Review.

Dengan adanya platform ini, para pimpinan dan stakeholder bisa memantau jumlah, jenis, serta status pengaduan secara real time. Hal ini memungkinkan tindak lanjut terhadap aduan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Hingga saat ini, sudah tercatat sebanyak 1.533 aduan masuk ke sistem Drupadi. Berikut rincian jumlah aduan berdasarkan saluran:

  • Call center: 148 aduan
  • Chat WhatsApp: 909 aduan
  • Media sosial: 238 aduan
  • Email: 37 aduan
  • Aplikasi Sapa Warga: 98 aduan
  • Pojok Samsat: 48 aduan
  • Media lainnya: 55 aduan

Asep mengungkapkan bahwa dari total 1.533 aduan tersebut, hanya tersisa dua aduan yang masih dalam proses koordinasi. Dengan sistem ini, semua aduan melalui Drupadi terpantau secara real time, mulai dari jumlah, jenis aduan hingga status pengaduannya.

"Drupadi memberikan transparansi pelayanan, peningkatan kepercayaan publik dan akses informasi yang mudah. Melalui satu dashboard, masyarakat mudah mengakses informasi dan dilibatkan dalam proses pengawasan layanan publik," tambahnya.

Manfaat Sistem Drupadi

Sistem Drupadi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan aduan, tetapi juga membantu instansi terkait dalam menangani keluhan secara lebih efektif. Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat merasa lebih percaya terhadap pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pengawasan yang lebih baik terhadap kinerja pelayanan di berbagai unit kerja. Para pemangku kepentingan dapat langsung mengetahui perkembangan aduan dan melakukan tindakan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan.

Dengan adanya integrasi sistem pengaduan seperti Drupadi, Jawa Barat menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Tantangan dan Langkah Ke depan

Meskipun sistem Drupadi telah memberikan banyak manfaat, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua petugas dan staf terlibat dalam pengelolaan sistem ini dapat menggunakan platform dengan baik. Selain itu, diperlukan juga pelatihan rutin agar semua pihak memahami cara mengoperasikan sistem secara efektif.

Di samping itu, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap kinerja sistem ini agar dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, Drupadi akan terus menjadi alat yang efektif dalam mendukung pelayanan publik di Jawa Barat.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar