
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penggunaan Headset yang Aman dan Sehat
Headset atau earphone telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menggunakan alat ini untuk mendengarkan musik, menonton video, mengikuti rapat daring, hingga bermain game. Meskipun praktis dan menyenangkan, penggunaan headset yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah serius pada pendengaran, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang.
Di dalam telinga terdapat bagian yang sangat halus dan sensitif terhadap suara keras. Bila telinga terlalu sering terpapar suara dengan volume tinggi, sel-sel pendengaran dapat mengalami kerusakan. Kerusakan ini biasanya terjadi perlahan dan sering tidak disadari. Pada awalnya, seseorang mungkin hanya merasa telinga berdenging atau suara terdengar kurang jelas. Namun jika kebiasaan ini terus berlanjut, gangguan pendengaran bisa menjadi permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Kebiasaan yang Menyebabkan Gangguan Pendengaran
Salah satu kebiasaan yang paling sering menyebabkan gangguan pendengaran adalah mendengarkan suara terlalu keras melalui headset. Banyak orang menaikkan volume karena ingin suara terdengar lebih jelas, terutama saat berada di tempat ramai. Padahal, volume yang terlalu tinggi justru membuat telinga bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko kerusakan pendengaran.
Agar pendengaran tetap sehat, penting untuk mengatur volume dengan bijak. Sebagai pedoman sederhana, WHO menganjurkan rule 60/60 dalam penggunaan headset.
Apa Itu Rule 60/60?
WHO menganjurkan safe listening, yaitu mendengarkan suara dengan cara yang aman, tanpa membahayakan telinga kita. Hal itu mencangkup volume suara, durasi mendengarkan dan seberapa sering kita terpapar suara keras. Pertama, suara dari headset sebaiknya tidak lebih dari 60% dari volume maksimal. Jika orang di sekitar masih bisa mendengar suara dari headset Anda, itu tandanya volume terlalu keras dan perlu diturunkan.
Selain volume, lama penggunaan headset juga sangat berpengaruh. Menggunakan headset terlalu lama tanpa jeda dapat membuat telinga lelah. Sebaiknya, setelah menggunakan headset selama sekitar 60 menit, berikan waktu istirahat untuk telinga selama beberapa menit. Waktu istirahat ini membantu telinga pulih dari paparan suara terus-menerus.
Jenis Headset yang Digunakan
Jenis headset yang digunakan juga perlu diperhatikan. Headset yang menutup telinga dengan baik atau memiliki fitur peredam bising dapat membantu pengguna mendengarkan suara dengan volume lebih rendah, karena suara dari luar tidak terlalu mengganggu. Sebaliknya, menggunakan headset di lingkungan bising sering membuat seseorang tanpa sadar menaikkan volume, yang justru berbahaya bagi pendengaran.
WHO memperkirakan lebih dari 1 miliar remaja dan dewasa muda (usia 12–35 tahun) berisiko kehilangan pendengaran karena paparan suara keras lewat headset atau perangkat audio. Selain itu, anak-anak perlu mendapat perhatian khusus karena mereka sering menggunakan headset untuk waktu lama. Orang tua sebaiknya mengawasi kebiasaan ini dan mengajarkan cara menggunakan headset dengan aman sejak dini. Pendengaran yang rusak di usia muda dapat berdampak panjang pada kemampuan belajar dan berkomunikasi.
Tanda-Tanda Awal Gangguan Pendengaran
Beberapa tanda awal gangguan pendengaran akibat penggunaan headset perlu dikenali. Telinga berdenging, telinga terasa penuh, atau sulit mendengar percakapan dengan jelas adalah tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan. Bila keluhan tersebut sering muncul, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, khususnya dokter THT.
Kesimpulan
Kesimpulannya, headset boleh digunakan dan tidak berbahaya bila dipakai dengan cara yang benar. Mengatur volume, membatasi waktu penggunaan, dan memberi waktu istirahat pada telinga adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga pendengaran tetap sehat. Pendengaran adalah aset berharga yang perlu dijaga sejak dini agar tetap berfungsi dengan baik hingga usia lanjut.
Komentar
Kirim Komentar