Apa Itu KKTP? Pelajari Contoh dan Makna CP TP ATP KKTP di Rapor Digital Madrasah RDM

Apa Itu KKTP? Pelajari Contoh dan Makna CP TP ATP KKTP di Rapor Digital Madrasah RDM

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Apa Itu KKTP? Pelajari Contoh dan Makna CP TP ATP KKTP di Rapor Digital Madrasah RDM yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu KKTP? Pelajari Contoh dan Makna CP TP ATP KKTP di Rapor Digital Madrasah RDM

Perubahan Sistem Penilaian di Madrasah: Dari Angka ke Deskripsi

Musim pembagian rapor di lingkungan madrasah belakangan ini sering kali menghadirkan dahi yang berkerut, baik bagi siswa maupun wali murid. Bukan karena nilai yang jelek, melainkan karena munculnya istilah-istilah asing yang menggantikan deretan angka konvensional. Di dalam lembar Rapor Digital Madrasah (RDM), orang tua kini dihadapkan pada kode-kode seperti CP, TP, ATP, hingga KKTP.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertanyaan mendasar pun mencuat: "Nilai KKTP itu sebenarnya apa? Apakah sama dengan KKM dulu? Dan bagaimana cara membaca nasib akademik anak saya lewat kode-kode ini?" Perubahan ini bukanlah sekadar ganti istilah. Sejak Kementerian Agama mengadopsi semangat Kurikulum Merdeka ke dalam sistem pendidikan madrasah, pendekatan penilaian mengalami reformasi total.

Dikutip dari panduan implementasi kurikulum terbaru, penilaian kini tidak lagi sekadar memvonis hasil akhir berupa angka mati, melainkan memetakan perjalanan kompetensi peserta didik secara bertahap dan lebih manusiawi.

Memahami Sandi Rapor: Dari CP hingga ATP

Sebelum memahami nilai akhir, kita perlu mengurai "benang merah" penyusunannya. Di dalam sistem RDM, semua bermula dari CP atau Capaian Pembelajaran. Dikutip dari pedoman kurikulum, CP adalah rumusan kemampuan "garis besar" yang disusun secara nasional. Ini adalah target akhir yang diharapkan dikuasai siswa di ujung fase pembelajaran.

CP tidak lagi ditulis dalam angka, melainkan deskripsi kompetensi. Sebagai contoh konkret pada mata pelajaran Fikih, CP bisa berbunyi: "Peserta didik mampu memahami dan menerapkan tata cara ibadah wajib dan sunnah dalam kehidupan sehari-hari."

Namun, CP masih terlalu umum. Oleh karena itu, guru menurunkannya menjadi TP atau Tujuan Pembelajaran. TP adalah target spesifik yang terukur dalam satu pertemuan atau materi. Segala tugas harian dan ulangan anak Anda didasarkan pada TP ini.

Agar pembelajaran tidak lompat-lompat, rangkaian TP tersebut disusun secara urut dan logis dalam satu semester, yang kemudian disebut sebagai ATP atau Alur Tujuan Pembelajaran. Dalam Rapor Digital Madrasah, ATP inilah yang menjadi "peta jalan" untuk melihat apakah siswa sudah berjalan di jalur yang benar atau tersesat.

Nilai KKTP Adalah Wajah Baru KKM

Lantas, apa itu KKTP yang sering ditanyakan? KKTP adalah singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Jika dulu kita mengenal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang mematok angka mutlak (misalnya harus dapat nilai 75 baru lulus), KKTP hadir dengan pendekatan berbeda.

Dikutip dari konsep penilaian baru, KKTP tidak melulu berbentuk angka tunggal. KKTP lebih menekankan pada status atau deskripsi ketercapaian. Fokusnya bergeser dari "berapa nilainya" menjadi "sejauh mana siswa menguasai kompetensi tersebut".

Secara umum, dalam Rapor Digital Madrasah, status KKTP siswa dibagi ke dalam kategori kualitatif, seperti:

  • Tuntas (Siswa sudah paham penuh).
  • Belum Tuntas (Siswa butuh remedial).
  • Tuntas dengan Penguatan (Sudah bisa, tapi perlu latihan lagi).
  • Tuntas dengan Pendampingan (Bisa, tapi masih butuh dibantu guru).

Contoh Cara Membaca Nilai KKTP di Rapor

Jangan kaget jika di kolom nilai RDM nanti Anda menemukan kalimat panjang, bukan sekadar angka 80 atau 90. Nilai KKTP diwujudkan dalam bentuk deskripsi yang spesifik. Berikut adalah contoh narasi nilai KKTP yang mungkin muncul:

  • Kategori Sangat Baik:
    "Peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik dan mampu menerapkan konsep fikih ibadah secara mandiri tanpa bantuan."

  • Kategori Perlu Bimbingan:
    "Peserta didik mencapai sebagian tujuan pembelajaran, namun masih memerlukan pendampingan intensif pada aspek pemahaman rukun salat."

Deskripsi ini disusun guru berdasarkan bukti-bukti asesmen (tugas/ujian) yang mengacu pada TP yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Mengapa Angka "Keramat" Dihilangkan?

Pergeseran dari angka ke deskripsi KKTP ini bukan tanpa tujuan. Dikutip dari filosofi kurikulum merdeka, langkah ini diambil untuk mengurangi beban psikologis siswa yang selama ini hanya dilabeli "pintar" atau "bodoh" berdasarkan angka. Dengan KKTP, guru dan orang tua bisa melihat profil kemampuan anak secara utuh: di mana letak kekuatannya, dan di bagian mana ia butuh bantuan.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar