Antara Seni dan Mesin: Morgan Freeman Bicara tentang Kloning AI

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Antara Seni dan Mesin: Morgan Freeman Bicara tentang Kloning AI yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Antara Seni dan Mesin: Morgan Freeman Bicara tentang Kloning AI

Morgan Freeman Menentang Penggunaan Suara Kloning AI Tanpa Izin

Aktor legendaris pemenang Oscar, Morgan Freeman, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang meniru suaranya tanpa izin. Ia menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “perampokan” terhadap karya dan haknya sebagai seniman. Freeman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberi izin atau otorisasi kepada siapa pun untuk mereplikasi vokalnya menggunakan teknologi AI.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Saya ini aktor profesional. Jika seseorang meniru suara saya tanpa izin, itu sama saja mencuri. Saya dibayar untuk melakukan hal-hal seperti itu,” ujarnya tegas dalam wawancara dengan The Guardian.

Freeman menilai bahwa replikasi suara tanpa persetujuan pemiliknya melanggar hak kekayaan intelektual. Bagi seorang aktor, suara merupakan bagian dari identitas dan sumber penghasilan utama. Ia juga mengisyaratkan bahwa sedang menempuh langkah hukum atas temuan tersebut.

“Pengacara saya sedang sangat sibuk,” kata Freeman, yang baru-baru ini tampil di film Now You See Me: Now You Don’t (2025). Ia mengaku timnya menemukan banyak contoh penggunaan suaranya oleh sistem AI tanpa izin, dan kini sedang menindaklanjuti sebagian kasus tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci platform atau pihak yang diduga melakukannya.

Tilly Norwood, Aktor AI yang Memicu Kontroversi

Selain menyoroti praktik kloning suara, Freeman juga menyampaikan pendapatnya tentang kemunculan “aktris AI” bernama Tilly Norwood. Tilly diperkenalkan ke publik pada September lalu sebagai aktor AI pertama di dunia. Namun, kehadirannya segera menuai penolakan luas dari sejumlah artis Hollywood, seperti Emily Blunt, Melissa Barrera, dan Simu Liu, serta serikat aktor Amerika, SAG-AFTRA.

Menurut Freeman, Tilly tidak akan diterima oleh penonton karena tidak nyata. Ia menilai tren aktor digital akan menimbulkan konflik dengan serikat pekerja.

“Tidak ada yang benar-benar menyukainya, karena dia tidak nyata. Itu mengambil ruang dari aktor manusia, dan pada akhirnya akan menimbulkan konflik dengan serikat pekerja,” katanya.

Dalam pernyataannya, SAG-AFTRA menilai Tilly bukan aktor sesungguhnya, melainkan karakter buatan komputer yang dilatih menggunakan data dari aktor profesional tanpa izin maupun kompensasi. Mereka juga menegaskan bahwa penonton menginginkan kisah yang berasal dari pengalaman manusia nyata, bukan hasil algoritma yang tidak memiliki empati atau kehidupan.

Pandangan Eline Van der Velde

Menanggapi kritik tersebut, Eline Van der Velde, yang merupakan pendiri Particle6, melalui unggahan di Instagram pada 28 September menyatakan bahwa dirinya tidak melihat Tilly sebagai pengganti manusia, melainkan sebuah karya seni berbasis teknologi. Ia menyebut AI hanyalah alat baru untuk berekspresi, sebagaimana penggunaan animasi, boneka, atau efek CGI di dunia film.

Perkembangan Teknologi dan Dampaknya pada Industri Hiburan

Perkembangan teknologi AI terus berkembang pesat, dan dampaknya terasa di berbagai sektor, termasuk industri hiburan. Penggunaan AI dalam pembuatan film, musik, dan seni memicu debat tentang etika, hak cipta, dan peran manusia dalam proses kreatif. Freeman dan SAG-AFTRA adalah contoh dari kelompok yang khawatir akan hilangnya ruang bagi aktor manusia akibat inovasi teknologi ini.

Namun, di sisi lain, AI juga membuka peluang baru bagi kreativitas dan ekspresi seni. Sebagaimana yang diungkapkan Van der Velde, teknologi ini bisa menjadi alat bantu yang berguna jika digunakan secara bertanggung jawab dan etis.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar