Amal Clooney Dorong AI Atasi Kesenjangan Hukum

Amal Clooney Dorong AI Atasi Kesenjangan Hukum

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Amal Clooney Dorong AI Atasi Kesenjangan Hukum yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akses Hukum

Pengacara HAM Internasional, Amal Clooney, menyampaikan pidato penting dalam acara Social Good Summit (SGS) yang diadakan di Lanson Place MOA, Manila, Filipina, pada Minggu (16/11). Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan informasi hukum yang kredibel. AI, menurutnya, dapat membantu pembuatan dokumen hukum dan menghubungkan masyarakat dengan pengacara pro bono.

Amal mengatakan bahwa teknologi memiliki potensi besar untuk menjembatani kesenjangan akses hukum yang masih terjadi di banyak negara. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data global, sebagian besar masyarakat tidak memahami hak-haknya atau tidak memiliki sumber daya untuk mencari bantuan hukum yang memadai.

Di Filipina sendiri, menurut data World Justice Project, kurang dari 10% penduduk mendapatkan akses hukum ketika membutuhkan. "AI dapat membuka pintu keadilan bagi kelompok yang selama ini sulit terjangkau sistem hukum," ujarnya.

Inisiatif TrialWatch dan Pemantauan Global

Amal juga menjelaskan peran Clooney Foundation for Justice melalui inisiatif TrialWatch, yang memantau persidangan berisiko tinggi terhadap jurnalis dan pembela HAM di berbagai negara. Program ini bekerja sama dengan puluhan firma hukum dan sekolah hukum dunia untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan bebas dari penyalahgunaan wewenang.

Menurut Amal, pemantauan global penting agar kasus-kasus yang terkait kebebasan berekspresi tidak berlangsung tanpa perhatian publik. "Kami ingin memastikan setiap persidangan yang menyangkut hak fundamental tidak terjadi dalam bayang-bayang," ujarnya.

Tekanan terhadap Jurnalisme dan Hak Informasi

Amal juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap jurnalisme di berbagai negara. Banyak jurnalis menghadapi gugatan yang membebani, kriminalisasi, hingga kekerasan akibat liputan mereka. Ia menyebut kondisi ini mengancam hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang independen dan akurat.

Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi adalah salah satu hak dasar yang harus dilindungi. Dengan adanya tekanan terhadap jurnalis, masyarakat bisa kehilangan akses terhadap informasi yang relevan dan benar.

Kebutuhan Kolaborasi dan Inovasi

Dalam penutup pidatonya, Amal mendorong pemerintah, lembaga hukum, dan komunitas internasional untuk memperkuat perlindungan terhadap kebebasan berekspresi serta memperluas akses bantuan hukum. Ia menyarankan langkah-langkah seperti reformasi peraturan maupun inovasi teknologi untuk mencapai tujuan tersebut.

Amal menekankan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif. Dengan menggunakan teknologi seperti AI, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi hukum dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Kesimpulan

Pendekatan inovatif seperti penggunaan AI dalam bidang hukum dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah akses hukum. Dengan adanya inisiatif seperti TrialWatch, keadilan dapat lebih mudah diwujudkan, terutama bagi kelompok yang seringkali diabaikan oleh sistem hukum. Dalam konteks yang lebih luas, perlindungan terhadap kebebasan berekspresi dan jurnalisme menjadi kunci untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang akurat dan objektif.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar