33 Proyek Pengelolaan Sampah Diperhatikan Teknologi Jepang hingga Eropa

33 Proyek Pengelolaan Sampah Diperhatikan Teknologi Jepang hingga Eropa

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada 33 Proyek Pengelolaan Sampah Diperhatikan Teknologi Jepang hingga Eropa yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemerintah Indonesia Menjajaki Kerja Sama dengan Jepang, Tiongkok, dan Eropa untuk Proyek PLTSa

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Eropa telah menawarkan teknologi untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Indonesia. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa salah satu dari ketiga negara tersebut berpotensi menjadi vendor teknologi dalam proyek ini.

"Untuk mitra teknologi PLTSa, kami juga sudah melakukan identifikasi. Kami mengidentifikasi berdasarkan vendor teknologi, yang berasal dari Jepang, Eropa, dan juga Tiongkok," ujar Yuliot saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM.

Proses identifikasi mitra teknologi ini dilakukan oleh Danantara, perusahaan yang akan membiayai 33 proyek PLTSa melalui dana Patriot Bond. Proyek ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Yuliot menjelaskan bahwa Jepang, Tiongkok, dan Eropa memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi. Oleh karena itu, kerja sama dengan negara-negara tersebut dinilai sangat menjanjikan.

"Kami juga melihat dari sisi ekosistem teknologinya sendiri, bagaimana transfer teknologi bisa dilakukan oleh badan usaha ke perusahaan-perusahaan mitra di Indonesia, termasuk Danantara," tambah Yuliot.

Proyek PLTSa Dimulai di Tujuh Kota

Dari total 33 rencana proyek PLTSa, pengerjaan akan dimulai terlebih dahulu di tujuh kota, yaitu Bali, Yogyakarta, Bogor Raya, Tangerang Raya, Kota Semarang, Bekasi Raya, dan Medan Raya. PT Danantara Investment Management (Persero) telah memulai proses tender proyek waste-to-energy (WTE) di tujuh kota tersebut pada 6 November 2025 dengan melibatkan 24 perusahaan global.

Managing Director Investment Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan bahwa Danantara telah menuntaskan proses Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) batch pertama yang berisi 24 perusahaan global berpengalaman di sektor pengelolaan sampah menjadi energi.

“Dari tujuh kota ini, kalau semua sudah siap, tanggal 6 November kami akan mulai tender. Kalau tidak ya kami mulai dengan berapa pun yang menurut kami memang lahannya sudah siap dan sampahnya cukup,” ujar Stefanus saat ditemui awak media di Wisma Danantara, Jakarta.

Stefanus menambahkan bahwa minat dari pelaku industri global untuk berpartisipasi dalam proyek ini sangat besar. Sejak sebulan lalu, perseroan telah membuka proses pendaftaran DPT. Berdasarkan data Danantara, sebanyak 24 perusahaan internasional telah lolos seleksi batch pertama.

Daftar Perusahaan Global yang Terlibat

Daftar 24 perusahaan tersebut meliputi nama-nama besar seperti Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering, ITOCHU Corporation, Veolia Environmental Services Asia, China Everbright Environment Group, hingga Chongqing Sanfeng Environment Group.

Setiap DPT juga diwajibkan membentuk konsorsium dengan mitra lokal, baik dari swasta, BUMN, maupun BUMD. Langkah ini bertujuan mendorong transfer teknologi dan memperkuat kapasitas nasional di bidang pengelolaan limbah.

Batch pertama proyek ini akan melibatkan tujuh kota yang disebutkan dalam peraturan pemerintah, antara lain Bogor, Denpasar, Jakarta, Semarang, dan Makassar. Seluruh peserta DPT akan mengikuti tender serentak untuk menentukan konsorsium pemenang di masing-masing kota.

Danantara memastikan proses DPT akan terus dibuka dalam beberapa batch guna memperluas partisipasi investor dan penyedia teknologi. Hal ini bertujuan agar proyek PLTSa dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar