Wanita mengeluh soal mobil modern setelah masuk Mini Cooper:

Wanita mengeluh soal mobil modern setelah masuk Mini Cooper: "Di mana tuas persneling?"

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Wanita mengeluh soal mobil modern setelah masuk Mini Cooper: "Di mana tuas persneling?" yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


Seorang wanita yang menerima mobil Mini Cooper sebagai kendaraan sementara dari dealer-nya merasa sangat frustrasi karena mobil tersebut tidak memiliki tombol fisik. Kreator konten ini mengunggah video di akun TikTok-nya untuk membahas masalah tersebut. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mobil-mobil sekarang,” katanya di awal video.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Di mana tuas persnelingnya? Di mana kontrol AC-nya? Kenapa… di mana tombol-tombolnya? Mengapa semuanya harus ada di layar? Siapa yang membuat ini? Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini?” lanjutnya bertanya.

Mobil-mobil modern semakin banyak meninggalkan tombol fisik dan memindahkan berbagai fungsi ke dalam layar infotainment. Meskipun perubahan ini lebih ditujukan untuk mengurangi biaya produksi bagi pabrikan, tren ini mendapat banyak kritik.


Menurut para ahli, menghapus tombol fisik dan menggantinya dengan perintah layar sentuh bisa sangat berbahaya. Jika pengemudi harus memalingkan pandangan dari jalan untuk mencari ikon di layar — alih-alih menekan tombol fisik yang bisa diingat dengan “memori otot” — risiko kecelakaan meningkat drastis.

Sebagai tanggapan, European New Car Assessment Programme (Euro NCAP) mengumumkan bahwa mulai Januari 2026, kendaraan yang ingin mendapatkan peringkat keselamatan lima bintang harus memiliki kontrol fisik untuk fungsi penting seperti lampu sein, wiper kaca depan, dan klakson.

Karena hal itu, banyak produsen mobil — termasuk Volkswagen, Hyundai, dan Mercedes-Benz — mulai membatalkan keputusan desain tersebut dan mengembalikan tombol fisik berdasarkan masukan pelanggan. Namun, Mini secara khusus dikritik karena membawa konsep minimalisme ke tingkat yang ekstrem.

Merek tersebut telah menghapus transmisi manual dari seluruh jajaran mobilnya, menggantinya dengan transmisi kopling ganda yang dioperasikan melalui tombol di setir. Namun, tombol-tombol ini dikritik karena terasa “ringan, tidak presisi, dan tampak plastik.”

Selain itu, banyak pengguna melaporkan bahwa perangkat lunak transmisi terasa tidak konsisten, dengan jeda yang terlihat dalam beberapa situasi — membuat pengalaman berkendara terasa kurang terhubung dengan karakter sporty yang diharapkan dari merek tersebut.

Akibatnya, sebagian besar pengguna TikTok setuju dengan keluhan sang kreator konten di kolom komentar videonya. “Rasanya seperti mengemudi ponsel sialan,” keluh salah satu komentator.

Beberapa isu lain yang sering dibicarakan oleh pengguna mobil modern adalah kurangnya pengalaman langsung saat menggunakan kendaraan. Dengan adanya sistem digital yang sepenuhnya menggantikan fitur tradisional, pengemudi sering kali merasa jauh dari kendaraan mereka. Hal ini juga berdampak pada kepercayaan diri pengemudi, terutama ketika mereka tidak terbiasa dengan antarmuka baru yang digunakan.

Tren ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana industri otomotif akan terus berkembang. Apakah pengemudi akan terbiasa dengan sistem tanpa tombol, atau apakah produsen mobil akan kembali mempertimbangkan desain yang lebih tradisional? Tampaknya, permintaan pasar akan keseimbangan antara inovasi dan kenyamanan tetap menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan oleh produsen.

Beberapa produsen telah mulai mengubah pendekatan mereka, dengan mengembalikan tombol fisik untuk fungsi-fungsi penting. Namun, Mini masih menjadi sorotan karena konsep desain yang dianggap terlalu ekstrem. Mereka terus memperkenalkan inovasi, namun terkadang, inovasi tersebut justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna.

Dalam era teknologi yang berkembang pesat, penting bagi produsen mobil untuk tidak hanya fokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada pengalaman pengguna. Kebutuhan akan kontrol yang mudah dan intuitif tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari seberapa canggih sistem yang digunakan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar