
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengenalan Visa Intelligent Commerce di Asia Pasifik
Pada acara Singapore FinTech Festival 2025 yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 November 2025, Visa, sebuah perusahaan pembayaran digital global, mengumumkan dan memperkenalkan ekspansi layanan Visa Intelligent Commerce di kawasan Asia Pasifik. Layanan ini akan diuji coba pada awal tahun 2026 di seluruh wilayah Asia Pasifik.
Menurut T.R. Ramachandran, Kepala Produk dan Solusi untuk Asia Pasifik Visa, kawasan ini akan memasuki era perdagangan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). “Visa berencana meluncurkan uji coba Visa Intelligent Commerce di berbagai negara Asia Pasifik seiring dengan kesiapan regulasi dan ekosistem, yang ditargetkan dimulai pada awal 2026,” katanya pada Jumat, 14 November 2025.
Platform Berbasis AI untuk Ekosistem Pembayaran
Visa Intelligent Commerce merupakan bagian dari upaya Visa dalam mengembangkan ekosistem belanja dan pembayaran yang berbasis AI. Platform ini dapat digunakan oleh pelanggan untuk berbelanja hingga melakukan pembayaran atas nama konsumen.
Fitur-fitur utama dari platform ini mencakup tokenisasi, autentikasi, instruksi pembayaran digital, dan sinyal transaksi. Tujuannya adalah agar setiap aktivitas beroperasi secara transparan dan aman. Dengan adanya Visa Intelligent Commerce dan pilar utamanya, Trusted Agent Protocol, Visa mampu menghubungkan konsumen, agen AI, dan pedagang melalui solusi yang aman dan dapat diskalakan.
Trusted Agent Protocol sebagai Pilar Utama
Salah satu pilar utama dari Visa Intelligent Commerce adalah Trusted Agent Protocol. Ini merupakan kerangka kerja berbasis ekosistem yang dirancang untuk memberikan rasa aman bagi merchant di tengah pertumbuhan lalu lintas online dari agen AI. Protokol ini memungkinkan merchant mengenali dan memverifikasi agen AI yang memiliki niat transaksi yang sah, serta membedakan antara agen yang terpercaya dan bot jahat.
Dengan menggunakan tanda tangan kriptografi khusus agen, protokol ini memastikan transaksi yang aman dan terverifikasi, serta menjaga hubungan antara merchant dan konsumen tetap transparan. “Yang terpenting, Trusted Agent Protocol dirancang sebagai solusi open-source dengan kode rendah, sehingga mudah diintegrasikan tanpa perlu merombak sistem yang sudah ada,” ujarnya.
Pertumbuhan Lalu Lintas Berbasis AI
Selama setahun terakhir, lalu lintas berbasis AI ke situs web retail melonjak lebih dari 4.700 persen. Menurut data Insight dari Adobe pada Agustus 2025, sebanyak 85 persen pembeli menggunakan AI untuk berbelanja. “Perdagangan agen sedang mentransformasi struktur transaksi pembayaran online, membutuhkan ekosistem terpadu untuk membuka potensi penuhnya,” kata Ramachandran.
Kolaborasi dengan Pemain Besar di Bidang AI dan Teknologi
Di samping itu, Ramachandran menyatakan bahwa dalam waktu dekat, agen AI ini dapat bertransaksi menggunakan 4,8 miliar kredensial Visa di jutaan merchant di seluruh dunia. Visa juga terus memperluas kolaborasi dengan para pemain besar di bidang AI, teknologi, dan pembayaran seperti Ant International, LG Uplus, Microsoft, Perplexity, Stripe, dan Tencent.
Komentar
Kirim Komentar