
Moms, apakah suami Anda sering menunjukkan sikap yang berbeda saat berada di rumah dan saat di kantor? Banyak pria terlihat tangguh dan percaya diri saat bekerja. Namun ketika kembali ke rumah, mereka justru terlihat lebih lemah dan membutuhkan bantuan istri.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Hal ini juga dialami oleh seorang ibu dengan akun Instagram @kccaca. Ia merasa penasaran mengapa suaminya tampak sangat berbeda di rumah dan di kantor. Di kolom komentar, banyak istri lain yang mengungkapkan bahwa suaminya juga bersikap serupa. Pertanyaannya adalah, apakah hal ini wajar?
Apakah Wajar Jika Suami Memiliki Perilaku Berbeda di Rumah dan di Kantor?
Menurut Psikolog Klinis Dhisty Azlia Firnady, M.Psi., dari Ruang Mekar Azlia, setiap individu memiliki banyak peran dalam kehidupan sehari-hari. Seorang laki-laki bisa menjadi bos, karyawan, rekan kerja, suami, atau ayah. Dengan begitu banyaknya peran tersebut, laki-laki juga memiliki tuntutan yang berbeda-beda.
“Di kantor, laki-laki dituntut untuk tampil profesional dan memiliki performa maksimal. Sedangkan di rumah, ia merasa aman untuk melepas ‘topeng sosial’ dan menjadi dirinya sendiri,” jelas Dhisty kepada aiotrade.appMOM, Senin (21/10).
Artinya, ketika suami tampak kuat dan mandiri di tempat kerja, lalu berubah menjadi lebih santai atau bahkan manja di rumah, bukan berarti ia berubah atau berpura-pura. Justru sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa rumah telah menjadi zona nyamannya.
“Rumah adalah tempat seseorang beristirahat dari topeng sosial. Bukan tanda lemah, tapi tanda bahwa ia merasa aman,” tambah Dhisty.
Perbedaan Perilaku di Rumah dan di Kantor
Perbedaan perilaku antara di kantor dan di rumah sebenarnya hanyalah bentuk penyesuaian peran. Di luar, suami mungkin harus selalu terlihat tangguh dan tegas. Tapi di rumah, ia bisa menunjukkan sisi yang lebih lembut, hangat, dan apa adanya.
Perbedaan ini masih tergolong wajar, Moms. Selama suami tetap bisa menjalankan tanggung jawabnya, peka terhadap kebutuhan keluarga, dan mau berdiskusi secara terbuka dengan pasangan.
Namun, jika perubahan perilaku disertai ketidakpedulian, komunikasi tertutup, atau penolakan terhadap tanggung jawab rumah tangga, barulah perlu ada pembicaraan lebih lanjut antara suami dan istri.
Kesimpulan
Jadi, Moms, ketika suami tampak lebih membutuhkan istri di rumah, jangan langsung kesal. Karena justru itu bentuk kepercayaannya pada kita sebagai pasangan. Di balik semua versinya, ia tetaplah orang yang sama, hanya berbeda peran dan kebutuhan emosionalnya.

Komentar
Kirim Komentar