Studi Kelayakan Proyek Gasifikasi Batubara Jadi DME Diuji Kelayakannya

Studi Kelayakan Proyek Gasifikasi Batubara Jadi DME Diuji Kelayakannya

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Studi Kelayakan Proyek Gasifikasi Batubara Jadi DME Diuji Kelayakannya yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


Proyek Gasifikasi Batu Bara Menjadi DME: Kajian Kelayakan dan Tantangan yang Menghadang

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sedang dalam proses penyelesaian kajian kelayakan terkait proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Proyek ini dianggap sebagai langkah penting dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat, terutama untuk substitusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Senior Director Oil, Gas, Petrochemical BPI Danantara, Wiko Migantoro, menjelaskan bahwa lembaganya berupaya memastikan proyek tersebut dapat berjalan secara ekonomis dan layak dikembangkan pada skala besar. Ia menekankan bahwa kajian investasi DME tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada aspek distribusi dan komersialisasi yang efektif.

Wiko menyebutkan bahwa kajian tersebut turut dibahas bersama Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi. Tujuannya adalah mencari pola distribusi dan skema komersialisasi yang menarik bagi pelaku pasar. Ia menilai, dukungan pemerintah sangat penting agar harga DME nantinya bisa bersaing dengan LPG yang selama ini menjadi rujukan keterjangkauan masyarakat.

“Diperlukan banyak dukungan dari pemerintah ya, agar kelak harga dari DME ini bisa lebih kurang sama dengan LPG yang sekarang,” ujar Wiko di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, kemampuan bayar masyarakat menjadi salah satu faktor krusial dalam penentuan keekonomian proyek. Oleh karena itu, proyek ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Selain itu, Wiko juga menyampaikan bahwa pembahasan terkait skema subsidi masih berlangsung. Ia mengatakan, DME kemungkinan tetap membutuhkan dukungan subsidi, sebagaimana LPG yang saat ini juga disubsidi pemerintah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena diperlukan keseimbangan antara keberlanjutan proyek dan keterjangkauan bagi konsumen.

Pengembangan Proyek dan Peran Pihak Terkait

Adapun untuk pengembangan proyek, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dipastikan akan menggarap salah satu fasilitas produksi DME berbasis batubara. Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung inisiatif hilirisasi sumber daya alam.

Sementara itu, Danantara Investment Management akan terlibat pada pengelolaan sisi hulu, yaitu dalam proses pengadaan dan pengolahan bahan baku. Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) direncanakan menjadi penyalur DME ke masyarakat.

“Ya, mereka di upstream-nya, termasuk Danantara Investment Management di situ, itu juga akan diajak untuk partisipasi. Dan channel distribution-nya masih sama rencananya dengan yang sekarang ini, di penyaluran LPG, yaitu Pertamina,” tambah Wiko.

Kerja sama antara berbagai pihak ini diharapkan mampu mempercepat implementasi proyek dan memastikan ketersediaan DME di pasaran. Namun, beberapa tantangan seperti regulasi, biaya produksi, dan kesadaran masyarakat tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meskipun proyek ini menawarkan potensi besar, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah ketergantungan pada subsidi pemerintah, yang bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, adopsi DME oleh masyarakat juga memerlukan edukasi dan sosialisasi yang masif.

Namun, jika berhasil dijalankan, proyek ini bisa menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, DME memiliki potensi untuk menjadi solusi energi yang lebih baik di masa depan.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar